Covid-19 dan Bahayanya Bagi Lansia

0 Shares

Indonesia merupakan negara dengan struktur penduduk tua ( Aging  Population), dimana populasi lanjut usia ( lansia) saat ini diproyeksikan sebesar 27,08 juta jiwa atau 9,99% dari total penduduk Indonesia. Permasalahan kesehatan pada populasi lansia antara lain sebanyak 63,5% lansia menderita hipertensi , 5,7% lansia dengan Diabetes melitus, 4,5% penyakit jantung, 4,4% Stroke , 0,8% Gangguan ginjal dan 0,4% lansia menderita kanker (Riskesdas). Pada era pandemi saat ini , kelompok lansia merupakan kelompok yang paling berisiko mengalami keparahan / morbiditas dan mortalitas akibat penyakit covid-19. Bagaimana gejala-gejala yang paling sering muncul pada Covid-19 dan bahayanya bagi lansia sebagai kelompok yang prioritas yang harus diperhatikan. Untuk itu pencegahan penularan melalui upaya promotif dan preventif kepada kelompok lansia sangat penting dilakukan, baik ditingkat keluarga , masyarakat dan fasilitas kesehatan.

Jadi lansia (lanjut usia) adalah salah satu kelompok yang rentan diproritaskan oleh pemerintah untuk mendapatkan vaksinasi setelah tenaga kesehatan. Lansia merupakan kelompok yang sangat membutuhkan akses layanan kesehatan karena sebagian besar lansia itu memiliki penyakit kronik. Usia lansia sendiri adalah diatas 60 tahun. Penyakit yang tidak menular yang diidap oleh lansia yang disebut diatas, dapat dikaitkan dengan pola hidup pada saat masih muda jadi sahabat harus mencegah penyakit tidak menular tersebut dengan memperbaiki pola hidup waktu sejak muda tetapi jika sudah terlanjur maka harus mempertahankan kondisi tubuh agar tetap stabil apalagi saat kondisi pandemi dimana sistem imun dibutuhkan cukup kuat untuk melawan kemungkinan bila terpapar oleh virus. 

Tujuan untuk membatasi gerak dari lansia agar tidak terlalu banyak berpotensi bertemu dengan orang lain, hal ini harus diantisipasi dampak pembatasan sosial terhadap kesehatan lansia seperti kesehatan mental  dan fisik, karena jika membuat orang untuk tetap di rumah , tidak dibuat berinteraksi dengan orang lain, tidak melakukan aktifitas sama sekali maka akan mempengaruhi kesehatan mental dan fisik, serta penyakit kronik akan meningkat. Maka lansia walaupun di rumah tetap harus diajarkan untuk tetap beraktifitas fisik, karena lansia juga butuh dukungan dari keluarga dan masyarakat agar kesehatan dan kualitas hidup lansia agar tetap terjaga seoptimal mungkin.

Pada pandemi sudah masuk tahun ke 2 yang dimulai pada Maret 2019, dilihat sampai sekarang covid-19 belum selesai , sehingga belum tahu kapan covid-19 akan berakhir, sehingga dari diri sendiri bagaimana memutuskan mata rantai salah satunya adalah dengan vaksinasi dan sahabat perlu menjelaskan kepada orang tua serta disarankan untuk segera divaksin. Jika terdapat banyak kekhawatiran maka perlu ditemukan orang tua tersebut dengan dokteragar dijelaskan lebih detail sehingga tidak berasumsi sendiri, dengar kata orang, lihat berita dimana setelah divaksin akan jadi sakit,meninggal  itu perlu diluruskan beritanya sehingga lansia tidak takut , karena memang cakupan vaksinasi juga masih sedikit. Jika belum melakukan vaksinasi sehingga belum terbentuk imunitas kelompok (Herd Imunity) sehingga virus juga untuk menular satu sama lain risikonya menjadi kecil sekali.

Gejala terkena covid-19

Pada data situs satgas covid-19, beberapa keluhan yang terjadi adalah sebagai berikut :

  1. Batuk berjumlah 63,2 %
  2. Riwayat demam, dimana pada saat datang ke dokter tidak dalam keadaan demam tapi pernah demam itu juga harus diwaspadai 42,1%
  3. Demam 36,2
  4. pilek
  5. lemas
  6. sesak nafas
  7. sakit tenggorokan
  8. sakit kepala
  9. kram otot
  10. mual
  11. Sakit perut / diare
  12. Menggigil

Untuk lansia agak berbeda dengan populasi  yang bukan lansia karena biasanya pada lansia jika terjadi infeksi maka gejala bisa apa saja , seperti gejala tidak mau makan , jika tiba-tiba lemas , sering merasa mengantuk sepanjang hari, maka perlu dicurigai hal tersebut apakah lansia terinfeksi covid-19 harus segera dibawa ke dokter untuk memastikan karena jika terjangkit covid-19 maka cepat perburukannnya, biasanya awal-awal tidak merasa sesak,  lalu pada hari ke 7 akan mulai ada keluhan sesak, oksigen sudah mulai turun saturasi , jadi jangan sampai muncul itu maka perlu melakukan perawatan lebih cepat. 

Apabila tedapat penyakit penyerta (komorbid) maka yang paling riskan adalah penyakit penyerta hipertensi 50%, diabetes melitus 36,5% jantung 17,5% cukup tinggi angka penyakit kronik pada pasien covid-19 dan banyak ditemukan pada lansia. 

Alasan Covid-19 dan bahayanya bagi lansia menjadi prioritas vaksinasi 

Dari data ada beberapa alasan lansia menjadi prioritas untuk diberikan vaksinasi, setelah tenaga kesehatan seperti :

  1. Terdapat kasus terkonfirmasi positif covid-19 berasal dari lansia dengan jumlah 11,4%
  2. kasus pasien meninggal covid-19 berjumlah 49,5% berasal dari kelompok lansia
  3. Lansia merupakan kelompok yang rentan, dikarenakan kekebalan tubuhnya akan menurun seiring bertambahnya usia.
  4. Ketika terjadi infeksi covid-19 , akan semakin parah dengan adanya penyakit penyerta.

Mengatasi kecemasan terhadap covid-19 dan bahayanya bagi lansia

Penyakit Psikosomatis berasal dari  Psiko = fikiran , somatis =tubuh, dimana stress emosional dan bermanifestasi dalam tubuh sebagai rasa sakit fisik dan gejala lainnya. Ketika terjasi stress maka akan mengalami psikosomatis akhirnya merasa bingung, maka terjadi hal seperti sesak, padahal mungkin sesak itu karena cemas. Dengan menonton TV, membaca group akan menambah kecemasan pada lansia sehingga terjadi stress akan muncul keluhan dalam tubuh seperti nyeri yang sifatnya berpindah-pindah bisa dileher, tangan,kaki

Cara mengatasi kecemasan sebagai berikut : 

1. Tidak perlu menangkal perasaan cemas.

  • Menagkal perasaan cemas tidak akan membantu mengelola stress, menginat perasaan cemas bersifat alami, atau hal yang wajar
  • Kecemasan membantu untuk bersiap dan merasa lebih aman, tapi jangan berlebihan
  • Berdoa dan beribadah merupakan salah satu cara penguatan dimensi spiritual pada lansia

2. Jangan hanta fokus pada informasi negatif

  • Pastikan lansia memperhatikan  postif tentang covid-19
  • Beritahu lansia pengalaman orang – orang yang pulih

3. Batasi Koneksi dengan media sosial 

  • Baiknya lansia hanya menerima informasi dari kementrian kesehatan, WHO ahli epidemologi kesehatan masyarakat yang terpercaya.
  • Infokan perkembangan Covid-19 hanya dari situs resmi pemerintah Indonesia 

4. Tetap aktif bergerak

  • Olahraga yoga dasar dapat menenangkan pikiran lansia 
  • Lakukan senam ringan sambil berjemur atau bermeditasi di pagi hari
  • Jalan-jalan di pekarangan rumah sangat bermanfaat bagi fisik dan mental lansia

5. Makan makanan seimbang dan tidur tepat waktu

  • Jaga pola tidur dengan durasi 7-8 jam sehari
  • Jaga pola makan dengan menu dan nutrisi seimbang yang mengandung vitamin C, E dan Zinc serta minum multivitamin 

6. Tetap Rileks 

  • Luangkan waktu untuk beristirahat, bersantai dan menenangkan diri
  • lakukan teknik pernapasan sederhana untuk mengatur dan memperbaiki suasana hati
  • Membaca kitab suci sesuai agama yang dianut, mendengarkan musik, kicauan burung, atau sesuatu yang dapat merileksasi 

7. Melakukan kegiatan yang menyenangkan di rumah

  • Membaca, melukis, bermain catur, menyulam. menjahit, memankan dan mendengarkan musik, bernyanyi, mengaji
  • Melatih memori ringan
  • Mengurus tanaman, memberi makan ikan, menikmati hijau di sekitar rumah sambil berjemur di pagi hari

8. Tetap berhubungan dengan keluarga dan teman

  • Membatasi interaksi secara langsung 
  • Komunikasi via telepon , media sosial, konferensi call  dapat membantu lansia mengatasi kecemasan

Mengatur lansia dalam berinteraksi dengan orang lain

Ada beberapa hal yang harus dilakukan jika lansia berinteraksi dengan orang lain yaitu :

  1. Keluarga / pengasuh memastikan lansia minum obat secara teratur
  2. Hanya orang yang sehat dan tidak ada riwayat terpapar dengan lingkungan yang berisiko penularan dapat menemui /mendampingi lansia
  3. Saat yang diperlukan anggota keluarga /pengasuh setelah cuci tangan dengan sabun, kondisi bersih dan menggunakan masker bisa menemui lansia dengan jarak 1 meter dan waktu secukupnya

Bangun keluarga berkualitas dengan merajut kasih sayang dan perhatian kepada lansia. Lansia bahagia bila dalam anggota keluarga saling melayani , merawat dan melindungi. Maka jadikan lansia tangguh yaitu lansia yang sehat fisik, sosial dan mental juga aktif, produktif serta mandiri (dr. Hasto Wardoyo, Sp. OG – kepala BKKBN )

Demikian tentang covid-19 dan bahayanya bagi lansia, yang memang harus diperhatikan sekali, sesuai dengan pemaparan yang disampaikan oleh dr.Muhamamad Syah Abdaly, Sp.PD

Semoga bermanfaat, salam sehat dan bahagia selalu.

Marlinajourney

0 Shares

marlinajourney

Assalamualaikum warrahmatullahi Wabarakatuh sahabat syurga, perkenalkan saya biasa diapanggil inna, yang suka menjelajah daerah orang lain untuk bertafakur alam sebagai ajang untuk mereflesikan diri dan bersyukur kepada Allah SWT. Terima kasih telah bertandang, Selamat datang di blog marlinajourney yang akan bercerita tentang setiap perjalanan yang dilakukan, dirasakan,dilihat sebagai dokumentasi untuk hari tua kelak dan mencoba keluar dari zona nyaman. Jangan segan untuk meninggalkan jejak yang berguna . Semoga bermanfaat Wassalamualaikum warrahmatullahi Wabarakatuh inna

View all posts by marlinajourney →

6 thoughts on “Covid-19 dan Bahayanya Bagi Lansia

  1. Vaksin bagi lansia maupun orang dewasa itu sangat penting banget memang tubuh kita dimasukin virus tetapi virus itu akan bekerja ketika ada virus yang lain yang masuk jadi sangat aneh banget kalau orang-orang tuh yang takut untuk divaksin padahal vaksin demi kesehatan

  2. Lansia memang harus lebih kita perhatikan. Karena tingkat sensitif yang lebih tinggi. Tapi untuk yang muda juga harus lebih hati2, apalagi kalau sering berinteraksi dgn orang lain. Jadi intinya harus saling menjaga satu sama lain ya mbak. Semoga kita sehat selalu dan pandemo segera pergi.

  3. Lansia memang riskan sekali. Karena daya tahan tubuhnya lemah. Ibiku tidak vaksin karena ada riwayat jantung dan diabet. Selalu worry kalau beliau sakit sedikit saja. Luka tergorespun harus diobati benar-benar. Semoga pandemi segera berlalu ya Mbak.

  4. Sebisa mungkin bila gak terlalu penting, lebih baik dirumah aja ya kak.
    Makanya selalu aku saranin ke ibu ku,supaya gak panik bila ad berita yang beredar di media.

    Dan tentunya selalu menerapkan 3M, karena dampaknya bukan untuk diri sendiri tapi untuk orang sekitar.

  5. Kak Aku banyak keluarga nih sudah termasuk lansia pada takut vaksin. Harus kukasih tahu artikel ini biar pada baca. Trims sharringnya ya kak

  6. Orang tua saya termasuk tipe yang aktif terutama Ibu yang biasanya sesudah shubuh jalan kaki 1-2 jam. Dengan meningkatnya kasus pandemi, mau tidak mau membatasi kegiatannya. Sekarang ini malah sering enggak enak badan karena kurang aktif bergerak. Yoga dasar sepertinya bisa direkomendasikan untuk beliau nih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copy link
Powered by Social Snap