Cara Berkomunikasi Yang Baik dan Efektif

0 Shares

Komunikasi merupakan aktivitas yang sangat penting, manusia telah berkomunikasi selama puluhan ribu tahun. Bahkan, dapat dikatakan bahwa sebagian besar waktu jaga manusia digunakan untuk berkomunikasi. Meskipun demikian, tidak dengan sendirinya seorang manusia dibekali kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif sejak lahir. Dalam proses komunikasi yang terjadi antara komunikator (orang yang menyampaikan pesan) dengan komunikan ( orang yang menerima pesan), komunikator menyampaikan pesan kepada komunikan , selanjutnya komunikan memberikan umpan balik sehingga terjadi proses komunikasi dua arah.  Cara berkomunikasi yang  baik dan efektif paling tidak harus menghasilkan 5 hal yaitu pengertian, kesenangan, pengaruh pada sikap, hubungan yang semakin baik, dan tindakan.

1. Menyampaikan informasi dan menghasilkan pengertian 

artinya penerimaan yang cermat dari isi pesan seperti yang dimaksud oleh pemberi atau sumber pesan

2. Menghasilkan kesenangan

Tidak semua komunikasi ditujukan untuk menyampaikan informasi dan membentuk pengertian ketika mengucapkan “Selamat pagi” atau “Apa kabar?” , seseorang tidak bermaksud untuk mencari keterangan atau informasi. Komunikasi ini lebih dimaksudkan untuk menimbulkan kesenangan . Komunikasi seperti ini yang membuat hubungan seseorang dengan seseorag lainnya / sekelompok orang menjadi hangat, akrab dan menyenangkan

3. Mempengaruhi sikap

Bentuk komunikasi ini termasuk komunikasi yang sering dilakukan dan sering pula disebut komunikasi persuasif . Contohnya seorang khotib yang membangkitkan sikap beragama dan mendorong jemaah untuk beribadah lebih baik, ataupun guru yang mengajak muridnya untuk lebih mencintai ilmu pengetahuan.

4. Menghasilkan hubungan sosial yang lebih baik.

Sebuah penelitian yang pernah dilakukan oleh Philip G Zimbardo membuktikan bahwa kurangnya komunikasi ( tingginya anonimitas/tidak saling mengenal) menjadikan orang agresif, senang mencuri, merusak dan kurang memiliki tanggung jawab sosial. Dalam penelitiannya, ia menyimpan dua mobil bekas di dua tempat yang berbeda, yaitu di wilayah bronx, new york, kota dengan tingkat anonimitas yang tinggi dan di Palo Alto, sebuah kota kecil do California, di mana orang saling mengenal dengan baik. Di Palo Alto , tidak ada yang menyentuh mobil tersebut selama satu minggu, kecuali waktu turun hujan, seorang pejalan kaki menutup kap mobil tersebut agar air hujan tidak membasahi mesinnya. Di Bronx , dalam beberapa jam saja, di siang hari bolong, beberapa orang dewasa di hadapan orang lain beramai-ramai mencopoti bagian-bagian dari mobil yang dapat mereka gunakan . Tidak ada yang mencoba mencegah perbuatan itu .Tahap berikutnya, anak-anak mulai menghancurkan jendela depan dan belakang mobil tersebut. Berikutnya , beberapa orang dewasa yang berpakaian perlente merusak apa yang masih dapat dirusak. Dalam tempo kurang dari tiga hari, mobil tersebut sudah menjadi onggokan besi tua yang menyedihkan. Apa yang terjadi bila orang gagal menumbuhkan hubungan interpersonal? seseorang akan menjadi agresif ,  senang berkhayal ,dingin, sakit fisik dan mental dan menderita flight  syndrome  ( ingin melarikan diri dari lingkungannnya ) .

5. Menghasilkan tindakan nyata

komunikasi yang menghasilkan pengertian memang sering kali tak mudah. Namun demikian, jauh lebih sukar lagi komunikasi persuasif yang menghasilkan tindakan  nyata atau yang mendorong seseorang untuk bertindak . keberhasilan komunikasi biasanya diukur dari tindakan nyata yang menghasilkan. Mengingat untuk menimbulkan tindakan, seseorang harus terlebih dahulu berhasil menanamkan pengertian, membentuk dan mengubah sikap, atau menumbuhkan hubungan yang baik. Tindakan adalah hasil kumulatif dari seluruh proses komunikasi.

Selain itu, perlu dipahami bahwa terdapat 5 hal yang membuat komunikasi menjadi efektif, yaitu :

  • Komunikator dapat berperan dengan baik,
  • Tujuan komunikasi jelas
  • Isi komunikasi jelas
  • Alat komunikasi tepat
  • Komunikasi menarik

Jenis komunikasi

Komunikasi dapat dibagi menjadi 2 yaitu :

  1. Komunikasi lisan, yaitu cara berkomunikasi dengan berbicara, dimana komunikator dapat secara langsung menyampaikan pesan kepada komunikan,
  2. Komunikasi tulisan, yaitu cara menyampaikan pesan melalui tulisan umumnya dilakukan secara tidak langsung. Namun dalam perkembangan teknologi saat ini, komunikasi tulisan dapat dilakukan secara langsung melalui media sosial.

Cara berbicara yang efektif 

Berbicara adalah proses mengeluarkan suara yang dapat dimengerti sebagai ungkapan pikiran (perasaan) yang dihasilkan oleh koordinasi otak, pita suara, udara dan alat-alat yang mengadakan modifikasi suara. Berbicara efektif adalah berbicara secara menarik dan jelas sehingga dapat dimengerti oleh lawan bicara dan tujuan dari komunikasi dapat tercapai. Seperti sekarang ini semua meeting, sosialisasi, webinar diadakan melalui zoom atau google meet, maka berbicara dalam virtual harus diperhatikan juga seperti teman blogger tangerang Kak Bayu Fitri sampaikan.

Ada 6 hal yang harus disiapkan agar dapat berbicara efektif yaitu :

1.Menetapkan Sasaran

Sebelum berbicara, seseorang harus menetapkan sasarannya terlebih dahulu. Dalam hal ini, sasaran yang dimaksud adalah tujuan berbicara. Misalnya apakah kegiatan berbicara tersebut dilakukan untuk mempresentasikan tugas, mmimpim rapat, mengisi kajian keagamaan , menyampaikan materi di kelas, atau berbagai kegiatan lainnya. Penetapan sasaran ini akan memudahkan seseorang dalam memilih materi yang hendak disampaikan.

2.Mengenali pendengar

Agar dapat berbicara efektif,  seseorang juga harus mengenali terlebih dahulu audiens atau pendengarnya untuk dapat menyusun kata-kata yang tepat, dengan menyesuaikan komdisi atau usia audiens.pendengar

3. Mempelajari tempat dan sarana

Sebelum berbicara , penting untuk mempelajari tempat dan sarana dimana akan berbicara. Ini dapat dilakukan dengan cara mensurvei tempat, letak duduk audiens, mengenali alat yang akan digunakan dan meneliti gangguan yang mungkin akan timbul

4. Melakukan manajemen waktu

Manajemen waktu hatus diperhatikan dalam berbicara efektif karena berkaitan dengan konsentrasi pendengar. Harus diperhatika kapan dilakukan penyampaian materi , tanya jawab, dan kapan harus menyisipkan lelucon agar tidak terjadi kebosanan dalam berbicara

5. Mempersiapkan bahan atau materi

Sebelum berbicara, sahabat harus mempersiapkan materi terlebih dahulu, mempelajari materi , menyiapkan contoh dan menuangkan semua materi yang sudah disiapkan dalam media tertentu apakah GD, PDF , Word dsb

6. Mengelola teknik penyampaian

Berbicara di depan umum akan berhasil jika menggabungkan beberapa hal seperti :

  • 7 %   : penggunaan kata
  • 38 % : penggunaan nada dan suara
  • 45% : penggunaan ekspresi muka , bahasa tubuh dan gerakan tubuh

Gimana sahabat, apakah sudah mulai cara berkomunikasi yang baik dan efektif? walaupun sekarang ini lebih banyak berkomunikasi secara virtual atau digital, tetap melakukan komunikasi seolah sahabat bertemu dengan lawan bicara.

Semoga bermanfaat , salam sehat dan bahagia selalu.

Marlinajourney

 

0 Shares

marlinajourney

Assalamualaikum warrahmatullahi Wabarakatuh sahabat syurga, perkenalkan saya biasa diapanggil inna, yang suka menjelajah daerah orang lain untuk bertafakur alam sebagai ajang untuk mereflesikan diri dan bersyukur kepada Allah SWT. Terima kasih telah bertandang, Selamat datang di blog marlinajourney yang akan bercerita tentang setiap perjalanan yang dilakukan, dirasakan,dilihat sebagai dokumentasi untuk hari tua kelak dan mencoba keluar dari zona nyaman. Jangan segan untuk meninggalkan jejak yang berguna . Semoga bermanfaat Wassalamualaikum warrahmatullahi Wabarakatuh inna

View all posts by marlinajourney →

3 thoughts on “Cara Berkomunikasi Yang Baik dan Efektif

  1. Kebayang deh, kalau didunia gak ada cara komunikasi. Ntah apa jadinya kita. Bisa jadi pake bahasa isyarat. Terkadang sempat berpikir, keren yang nyiptakan ragam bahasa untuk berkomunikasi. Tambah lagi semenjak pandemi lebih banyak komunikasi via Google meet n zoom ya mbak.

  2. Aku belum bisa nih kak trims ya sudah dikasih tipsnya biar bisa belajar berkomunikasi yang baik Dan efektif

  3. Yups, sekomplit ini ilmu berkomunikasi agar efektif. Kadang dari pada salah, lebih baik diam. Karena berbicara itu ada ilmunya, ada caranya, ada seninya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copy link
Powered by Social Snap