Yohana Yembise Papua Menyinari Dunia

0 Shares

Yohana Yembise Papua menyinari dunia, inspirasi dari ufuk timur. Perempuan Papua pertama yang menjadi mentri pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Alhamdulilah pada tanggal 17 Oktober 2019 aku mendapat undangan untuk peluncuran Buku Biografi Prof. DR. Yohana Yembise, menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (2014-2019) Bertajuk Dunia Yohana inspirasi dari ufuk timur di gedung sapta pesona Jakarta

Dengan moderatornya Prita Laura, dan dihadiri oleh kak Seto Mulyadi , menteri Pariwisata dan beberapa blogger juga , setelah itu ngobrol barengan dengan para media, vlogger, blogger , penandatangan MOU bersama Gojek serta pemberian apresiasi kepada para kepolisian yang sudah membantu masalah pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak

Yohana Yambise Papua menyinari Dunia
Ibu Yohana Yembise & Prita Laura
yohana Yambise
Penandatangan MoU dengan Gojek

Buku ini menceritakan tentang bagaimana seorang perempuan pertama dari daerah Papua menerima dan menghadapi tantangan dalam pekerjaannya untuk negara Indonesia.

Pohon trembesi tua yang berdiri kokoh di halaman belakang Istana Merdeka menjadi saksi salah satu tonggak penting dalam perjalanan hidupnya.

Ibu Yohana Yembise biasa disapa mama yo merupakan perempuan asli Papua pertama yang menjadi profesor, mengajar di universitas Cendrawasih, tim seleksi beasiswa Australia untuk menyeleksi kandidat mahasiswa S2 dan S3 Indonesia yang melamar beasiswa Ausaid atau AAS, beliau lulusan terbaik Australia, beliau pernah mempunyai cita-cita ingin menjadi pilot.

Tantangan yang harus dihadapi Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA)

  1. Kas kementerian ternyata nyaris kosong.
  2. Mendapat Alokasi dana APBN hanya sekitar Rp. 217 Milyar.
  3. KPPA ada di cluster 3 yang artinya hanyalah kementrian koordinatif

Pada bulan Maret 2016 kementrian pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak mengenalkan program upaya mengakhiri kekerasan pada anak dan perempuan. Three Ends diambil dari bahasa Inggris yang artinya tiga akhiri yakni :

  • Mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak (end violence against women and children)
  • mengakhiri perdagangan manusia ( end human trafficking
  • mengakhiri kesenjangan ekonomi (end barriers to economic justice)

Program ini menarik perhatian negara lain, ibu Yohana Yembise diundang untuk menyampaikan penanganan isu perempuan dan anak melalui program Three Ends ini dalam acara symposium on the Role and Contribution of Afghanistan Women for Peace di Afghanistan 15-16 Mei 2017 . Kunjungan ini sangat dramatis, mengingat kondisi Afghanistan sedang dilanda konflik. Kunjungan ini terkesan istimewa karena Ibu Yohana diajak berkunjung masuk ke dalam istana presiden Afghanistan, tidak banyak tamu negara yang diajak masuk berkunjung ke dalam Istana sebelum tamu Indonesia yang diajak masuk adalah presiden Soekarno pada tahun 1961.

Jika perempuan selamat, maka duniapun selamat. Perempuan adalah kaum yang akan menyelamatkan planet ini

Yohana Yembise merupakan perempuan papua yang telah menyinari dunia, selama 5 tahun perjalanan pemikiran yang tertuang di bagian 3 yakni pandangan tentang keindonesiaan, posisi strategis perempuan dan pembangunan, tantangan besar dalam pemberdayaan perempuan, keluarga sebagai benteng pertahanan bangsa,perlindungan dan pemenuhan hak anak serta inisiatif kerja yang dilakukan.

Setelah menjalankan amanah yang diberikan selama 5 tahun dalam kabinet kerja presiden Joko Widodo untuk mewujudkan tekadnya mengangkat harkat dan martabat perempuan dan mengkampanyekan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, maka beliau kembali ke papua untuk mengajar di universitas cendrawasih.

Buku ini terdiri dari 274 halaman terdiri dari 8 Bagian dikemas apik oleh editor : Yudhistira Anm Massardi yang menceritakan bagaimana Indonesia mempunyai sosok perempuan dari papua yang cemerlang dan dapat menyinari dunia ,penerbit : yayasan batu tulis AL-ilmu Bekasi 2019, sponsor : Paragon dan Wardah

0 Shares

34 komentar untuk “Yohana Yembise Papua Menyinari Dunia”

  1. Mutia Ramadhani

    Salah fokus, itu beneran kas kementerian nyaris kosong? Apakah pendanaan dari negara kurang, atau memang pengalokasian dana di lapangan lebih besar dari yang dianggarkan? Semoga perlindungan anak dan perempuan di Indonesia semakin menyeluruh.

  2. Pas baca bagian Perempuan Papua pertama, jadi teringat beberapa buku yang membahas mengenai perempuan di Papua. Dari buku ISInga sampai TAnah tabu yang menggambarkan betapa kondisi sistem budaya di sana yang cukup membuat miris terutama yang terjadi pada perempuan papua.

    Semoga dengan adanya kampanye ini benar-benar bisa mewujudkan, minimal sedikit demi sedikit perubahan untuk kesejahteraan perempuan.

    1. Semoga ya kak, memang kalau di papua kan masih ada adat, itu jadi kurang ruang untuk para peremupuan. Semoga kedepannya bisa swdikit bwrubah ya kak,makasih sudah berkunjung ke tulisan saya ini

    2. Perjuangan perempuan terutama di Papua sepertinya masih panjang. Terimakasih buat ibu Yohana Yembise salah seorang perampuan Papua yg menginspirasi.

  3. Kalo aku melihat nya mba Inna, perempuan itu karena punya rahim, maka dia pun menjadi makhluk yang “Rahim” (penyayang),
    maka perempuanlah yang visa diajak untuk memberi kedamaian di dunia.

  4. Fadli Hafizulhaq

    Semoga prestasi Bu Yohana ini bisa memotivasi teman-teman kita di Papua agar bisa menggapai mimpinya. Tidak ada yang tidak mungkin.

  5. Tapi mantan menteri ini krg terlihat di publik ya? Media krg meliputnya. Pas perpisahan menteri-menteri dgn Presiden tampak tdk terlihat beliau. Cmiiw

    1. Iya beliau jarang disorot media tapi sebelum masa jabatannya berakhir mama yo berhasil program three Ends, merevisi UU perkawinan.beliau sedang di Papua mewakili mentri pariwisata.

  6. Kementerian PPPA trnyata sifatnya koordinatif ya. Padahal perannya penting juga. Mungkin karena sebagian pekerjaannya sudah banyak dilakukan oleh lembaga-lembaga lain.

    1. Iya kak koordinatif, tapi akhirnya ditambahkan juga anggarannya setelah mama yo memberikan penjelasan bahwa anggaran kppa harus dinaikkan.

  7. Kisah inspiratif ibu yohana sebaiknya di ketok tularkan kepada perempuan perempuan di seluruh nusantara. meskipun belum bisa untuk lingkup yang luas ya setidaknya untuk di lingkungan sendiri, karena perempuan dan anak anak adalah aset yang harus dijaga

  8. Buat orang yang suka mengolok-olok rakyat Papua.. Lihatlah, Rakyat Papua membuktikan, bahwa mereka juga mampu berprestasi.

  9. Tuch…kalau ga baca artikel ini ga tahu kalau mantan menteri ppa itu orang papua…artinya sudah banyak orang papua yang berkualitas kan… semakin menambah pengetahuan informasi saya mengenai orang2 papua….

  10. Bagus sekali acaranya mbak, btw saya pernah menonton beberapa kali tentang ibu yohana ini di televisi, memang perjuangan beliau hebat sekali.

  11. Rini Novita Sari

    jujur sebelumnya nggak tau tokoh satu ini kak.,tapi emnarik pas baca ulasan di artikel ini

    smoga smangat nya menular ke temen2 papua lain ya terutama kaum perempuannya

  12. Kekerasan terhadap perempuan dan anak, merupakan hal yang beneran membuat aku miris dan membayangkan yang tidak2. Apalagi untuk daeerah Papua yg scr umum jauh dari teknologi dan informasi. 🙁

    Tetapi, yang tak kalah penting saat ini adalah gimana kita membantu meniadakan kekerasan tersebut dari setiap lingkungan kecil kita. Mulai dari keluarga hingga kepedulian terhadap tetangga satu gang.

  13. Prestasi Bu Yohana Sembise ini keren ya mbak. Mana menjadi perempuan pertama Asli Papua yang menjadi profesor. Menjadi tim seleksi beasiswa Australia untuk mahasiswa S2 & S3 Indonesia pula. Jadi penasaran sama isi keseluruhan buku biografinya deh 🙂

    1. memang salut kak sama mama yo ini, kalau bukunya ada ga ya di gramedia.
      tak tau aku wkwkwk. makasih kaka atas kunjungan ke tulisanku.

  14. Setuju kak dengan kalimat, ‘perempuan adalah kaum yang menyelamatkan planet ini.’ Ya, dimulai dari lingkungan keluarga. Beberapa kali saya amati, keluarga dengan istri yang ‘baik’ ya baik pula jadinya. Meski suami mungkin saja kurang baik. Tapi kalau istri yang ga bener duh rasanya berantakan deh sebuah keluarga.

  15. Memang perempuan Indonesia, terutama perempuan2 yg berada di daerah terpencil sana, butuh sosok yg bisa menginspirasi mereka untuk maju. Istilah lainnya sih, kartini modern lah. Ibu Yohana ini bisa menjadi kartini modern utk perempuan Indonesia

    1. Iya betul kak, Papua masih mengenal adat bahwa perempuan ya ga harus berpendidikan tinggi, makanya ibu Yohana termasuk yang modern didikan keluarga nya. Semoga banyak Kartini daerah yah seperti ibu Yohana ya kak.

  16. Wah bangga deh ada putra Papua yang jadi Profesor. Perempuan pula

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copy link
Powered by Social Snap