Warga Kolok Bengkala Dengan Keistimewaan Tari Jalak Anguci

0 Shares

Bali selain indah dengan panorama alamnya, juga merupakan salah satu pusat seni daerah yang masih sangat baik di Indonesia maupun di dunia seni yang berkembang di Bali, itu menjangkau seluruh lapisan masyarakat baik tua, muda, kaya, miskin, termasuk mereka yang berkebutuhan khusus, salah satunya adalah warga Kolok Bengkala dengan keistimewaan tari Jalak Anguci, karena pada tanggal 3 Desember 2020 merupakan hari Disabilitas Nasional, untuk sahabat yang mempunyai keistimewaan, aku akan memberikan sedikit ulasan masyarakat Kolok Bengkala yang berada di Bali Utara.

Apa itu Kolok Bengkala

Kata Kolok secara harfiah berarti tuna rungu / tuna wicara dikenal dengan nama bahasa isyarat Bengkala atau bahasa isyarat Bali adalah bahasa isyarat yang digunakan di desa Bengkala, Bali Utara Indonesia. Desa tersebut mempunyai tingkat tuna rungu yang tinggi, dalam beberapa generasi seperti yang terjadi di beberapa tempat lain dengan ciri yang sama, bahasa isyarat telah dikembangkan untuk komunikasi di desa ini .

Fenomena yang ada di desa Bengkala kec, Kubutambahan kab. Buleleng Bali. Dimana dari Denpasar untuk ke Buleleng, tepatnya di desa Bengkala ini, memakan waktu sekitar 3 jam menggunakan mobil atau motor 2,5 jam yang konon desa ini mempunyai legenda yang mistis tetapi legendanya setiap lokasi ada mitos tersendiri bisa diyakini atau tidak, seperti terkena kutukan/sumpah dewa atau dapat terjadi karena faktor genetik.

Walaupun adanya keterbatasan dalam mengakses pendidikan Sekolah Dasar yang minim, masyarakat Bengkala yang umumnya adalah masyarakat normal, dimana mereka hidup dan interaksi sehari-hari mereka lakukan dengan bahasa isyarat khas Bengkala yang tidak sama dengan bahasa isyarat pada umumnya. Kelompok ini berjumlah 43 orang

Baca juga : Indahnya pesona air terjun Banyumala

Keistimewaan Tari Jalak Anguci

Untuk membantu dan menyeratakan serta meningkatkan kapasitas warga Kolok Bengkala di kecamatan Kubutambahan kab. Buleleng dari segi pendidikan, ekonomi dan budaya, maka sejak 2017 masuklah CSR Pertamina DPPU Ngurahrai untuk melakukan kegiatan ini yaitu program budaya salah satunya adalah tari modern Tari Jalak Anguci, karena ada keunikan pada warga Kolok Bengkala.

Tari Jalak Anguci diciptakan oleh Ibu Dayu salah satu dosen ISIP , dimana sekelompok penari baik laki maupun perempuan warga Kolok Bengkala menarikan tarian yang cukup baik , artinya seni itu bisa menjadi salah satu potensi yang bisa terus digali di setiap manusia.

Tari Jalak Anguci ini ditarikan oleh 2 orang penari yaitu 2 wanita warga Kolok di desa Bengkala. Tarian ini terinspirasi dari keberadaan burung Jalak Bali, yang saat ini menjadi burung langka di Bali. Karena adanya permintaan dari DPPU pertamina Ngurahrai, dimana DPPU mempunyai penangkaran burung Jalak, di desa Sibang lalu ibu Dayu mencari inspirasi bagaimana burung Jalak itu.

Suatu ketika ibu Dayu melihat bagaimana burung Jalak itu menemukan pasangannya, maka akan selalu mengikuti berdua tanpa menghiraukan yang lain walaupun di dalam penangkaran ada banyak burung. Arti dari Anguci disini adalah suara yang merdu, hal ini sejalan dengan keberadaan di desa Bengkala.

Yang unik dan mungkin satu-satuya di Bali, dengan keunikan komunitas koloknya yang harus dilestarikan dan dikembangkan potensinya sehingga menjadi ciri khas icon dari masyarakat yang selalu gembira di tengah keterbatasannya .

Secara spesifik mengenai latar belakang dari penciptaan tarian ini khusus bagi masyarakat kolok Bengkala terbagi menjadi 3 alasan utama yaitu :

Estetika

Tidak terlepas dari keindahan yang membuat orang itu menarikan dengan bahagia

Ekonomis

membuka peluang dengan mereka bisa menari akan mendatangkan tamu-tamu atau orang yang melihat kemampuan dari warga Kolok Bengkala itu sendiri

Religius atau Ritual

yang tidak kalah pentingnya merupakan rasa syukur kepada tuhan yang maha esa berkaitan dengan hal-hal yang sudah diberikan walaupun dengan keterbatasannya tapi warga Kolok Bengkala mampu untuk menarikan Tari Jalak Anguci dalam dimensi filsafat seni Bali, berkesenian adalah kegiatan ngayah kelompok desa Bengkala .

Tarian baru menggambarkan burung Jalak yang memiliki suara yang merdu, dengan harapan nantinya warga Kolok Bengkala sebagai desa yang unik, dengan warga Kolok Bengkala dapat terkenal seperti burung Jalak Bali.

Keistimewaan Tari Jalak Anguci ini memiliki keunikan yang berbeda dengan tarian lainnya , dimana umumnya tarian itu mengikuti penabuh, tetapi pada warga Kolok Bengkala ini menarikan tari Jalak Anguci tidak mengggunakan aba-aba sehingga penabuh ( diiringi oleh seruling, gendang, gong ) yang mengiringi tarian sehingga penonton tidak mengetahui atau melihat bahwa yang menari adalah warga Kolok Bengkala, ketika pentas dan menari seperti orang normal, sehingga menyetarakan bahwa sama-sama mampu ikut berkesenian di kehidupan ini.

Nilai yang terkandung dalam tari Jalak Anguci ini adalah :

  • Perjuangan
  • Disiplin
  • Kerja keras
  • Kerjasama
  • Keindahan dan
  • Kegembiraan

Proses seseorang warga Kolok Bengkala yang sampai bisa menari adalah disiplin, kunci dari kesuksesan, rasa malas dan mudah menyerah karena merasa minder tapi mereka mampu menarikan, tarian ini dibuat sesederhana mungkin, seindah mungkin, agar bisa melakukannya.

Cara dan waktu latihan tari Jalak Anguci

Latihan tari Jalak Anguci dilakukan seminggu 3 kali dengan cara melihat video, seperti apa latihannya lalu dihapalkan dan ini dilakukan sebelum latihan atau saat istirahat. Waktu latihan tari Jalak Anguci adalah pagi, siang, dan sore. Setelah melihat video maka dilakukan latihan, sambil saling mengisi sehingga terjadi kekompakan itu akan selalu ada dan rasa dari tarian itu akan di dapat dari kelompok penari ini.

Lamanya latihan tari Jalak Anguci sampai mahir sekitar 3 bulan, untuk dapat menarikan tari Jalak Anguci . Dengan semangat, kerja keras, sehingga dapat menari dengan baik. Dengan adanya kemauan dan kerjakeras, jika sudah mempunyai dasar menari seperti
ageng, tandang/berjalan, tangkap/tangkis/ peralihan tari serta ekspresi

Walaupun tari Jalak Anguci masih dikenal sebatas warga kolok Bengkala, tetapi sudah didaftarkan oleh Ibu Dayu di HCI, sehinga tari Jalak Anguci masih tetap perlu diperkenalkan secara lebih luas lagi, pernah juga dipagelarkan di Kuta saat perayaan ulang tahun BRI di Hotel The One dengan sambutan yang baik.

Pada saat pandemi ini memang pendapatan atas kegiatan menari menjadi terimbas, tetapi CSR Pertamina telah memberikan fasilitas untuk melakukan pagelaran menari melalui zoom untuk penari warga Kolok Begkala demi pelestarian seni dan budaya. Selain tari warga Kolok Bengkala membuat kerajinan tangan untuk souvenir dipasarkan melalui BUMD di Singaraja , juga sudah dapat ada di e commerce.

Semoga warga Kolok Bengkala dengan keistimewaan tari Jalak Anguci dapat menjadi inspirasi, bahwa keterbatasan bukan halangan untuk maju, berinovasi dan berkembang.

 

Salam Sehat dan bahagia selalu,

marlinajourney

 

0 Shares

marlinajourney

Assalamualaikum warrahmatullahi Wabarakatuh sahabat syurga, perkenalkan saya biasa diapanggil inna, yang suka menjelajah daerah orang lain untuk bertafakur alam sebagai ajang untuk mereflesikan diri dan bersyukur kepada Allah SWT. Terima kasih telah bertandang, Selamat datang di blog marlinajourney yang akan bercerita tentang setiap perjalanan yang dilakukan, dirasakan,dilihat sebagai dokumentasi untuk hari tua kelak dan mencoba keluar dari zona nyaman. Jangan segan untuk meninggalkan jejak yang berguna . Semoga bermanfaat Wassalamualaikum warrahmatullahi Wabarakatuh inna

View all posts by marlinajourney →

21 thoughts on “Warga Kolok Bengkala Dengan Keistimewaan Tari Jalak Anguci

  1. Salut ya sama orang-orang yang memiliki keistimewaan seperti mereka namun tidak pernah menyerah, justru terus berjuang mengukir prestasi.

      1. Betul. Jadi keberadaan mereka juga diperhitungkan dan dihargai ya. Alhamdulillah

  2. Keren yaa walaupun diberikan keterbatasan namun dapat menampilkan karya tari yang memukau semua orang. Semoga tarian ini lestari dan semakin mendunia ya kak

  3. Tari Jalak Anguci ini dari Kolok Bengkala, Buleleng, Bali ya Mbak Inna… Wah menarik nih, ada sisi religiusnya ternyata ya. #OptimasiTwitter

  4. Kak Inna..
    Tuli itu bisa menurun ya? Aku baru tau nih..
    Tapi kreatif juga ya, bisa mengembangkan bahasa isyarat khas bagi Bengkala saja. Bahkan yang normal pun tetap memakainya.

  5. Jadi Warga Kolok Bengkala ini semuanya tuna rungu? Apakah semua keturunannya juga tuna rungu? Jadi penasaran

  6. Selalu merasa salut banget, dengan orang-orang yg memiliki keterbatasan tapi masih bisa berdaya dan gk putus asa.

  7. Keren ya, masyarakat di desa Bengkala ini. Masih mau berkarya dan mengoptimalkan potensi daerah dengan kesenian. Padahal mereka memiliki keterbatasan. Bisa menginspirasi banyak daerah ya, bahwa keterbatasan bukan alasan untuk enggak berkreasi gitu

  8. orang yang memiliki keterbatasan bukan berarti mereka tidak bisa maju atau berkembang, mereka membutuhkan orang-orang yang lebih memahami kondisi mereka tanpa memandang sebelah mata.

  9. Salut sama mereka yamg gampang menyerah, dan menggunakan akalnya untuk mencari pemecahan masalah. Keren gitu

  10. Kak itu semua warganya memiliki keterbatasan kak? Luar biasa ya, jika ada semangat, keterbatasan menjadi kelebihan yang bisa dinikmati.

  11. Patut diapresiasi, meski memiliki keterbatasan namun gak menyerah dgn keadaan. Dan kita sudah semestinya ikut menyemangati diri untuk tdk putus asa seperti mereka

  12. Wah keren banget ya, patut di apresiasi . Semangatnya yang luar biasa

  13. baru tau sama tari jalak anguci, mungkin dulu waktu kecil kurang paham kali ya. soalnya dulu pas kecil iikut kelas tari, pas SD tepatnya. dan biasanya yang diajarkan lebih ke tari jaipong, tari piring, tari bali gitu-gitu. padahal tari jalak anguci ini juga penting ya dikenalkan.

  14. Mbak Marlina pernah kesana? wah penasaran banget gimana orang2 disana. Keren banget keterbatasan mereka bukan menjadi penghalang untuk berkarya…

  15. Baru denger nich istilah kolok bengkala..membuktikan bali punya banyak cerita yg bisa di share ya kak… jadi pengen ke bali…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copy link
Powered by Social Snap