7 Sumber Zat Besi Untuk Bayi Yang Harus Diperhatikan

7 Sumber Zat Besi Untuk Bayi Yang Harus Diperhatikan

0 Shares

Mempunyai momongan adalah impian bagi para wanita, setelah diberikan amanah untuk mempunyai momongan, banyak hal yang harus diperhatikan oleh seorang ibu, mulai dari dinyatakan  hamil hingga membesarkannya seperti asupan makanan sang bayi. Salah satu asupan yang penting adalah zat besi, berikut ada 7 sumber zat besi untuk bayi yang harus diperhatikan.Walaupun suplemen zat besi memang dapat diberikan pada bayi sejak usianya 3 bulan. Namun, pemberian suplemen zat besi tidak boleh sembarangan, serta saat kondisi si kecil benar-benar sudah mengalami anemia.

Apa itu zat besi 

Zat besi merupakan salah satu jenis mineral yang penting untuk bayi, karena mineral ini berpengaruh besar terhadap proses tumbuh kembang bayi. Bayi berusia 7-11 bulan disarankan untuk mengonsumsi zat besi sebanyak 7-11 mg per hari, zat besi erat kaitannya dengan jumlah pasokan darah di dalam tubuh. Oleh karena itu, MPASI bayi sebaiknya selalu terdiri dari makanan yang mengandung zat besi. 

Sumber zat besi  untuk bayi terbaik berasal dari sumber makanan hewani karena lebih mudah diserap tubuh. Namun apabila tidak bisa memberikan bayi zat besi hewani, sayuran berdaun hijau yang banyak mengandung zat besi pun bisa menjadi pilihan.

Untuk mencukupi kebutuhan zat besi pada bayi, sahabat dapat memberikan MPASI dari makanan yang kaya akan sumber zat besi untuk bayi yang harus diperhatikan, seperti:

Tahu dan tempe 

Memiliki bahan dasar kacang kedelai sudah tentu tahu dan tempe termasuk ke dalam sumber makanan yang mengandung zat besi ya, sahabat. Protein yang murah meriah ini memang sudah dikenal akan kandungan gizinya yang baik bagi tubuh, termasuk untuk bayi. Mengolahnyapun sangat mudah, bisa dikukus atau dimasak kuah sehingga memberikan rasa yang enak pada MPASI bayi.

Telur ayam 

Telur ayam ternyata juga sumber makanan yang mengandung zat besi, tak hanya kaya akan kandungan protein.  Memberikan kuning telur ayam pada bayi akan membantu mencukupi kebutuhan zat besi hariannya. Rasanya yang lembut dan gurih akan membuat MPASI bayi menjadi nikmat. Namun bagi bayi yang memiliki alergi perlu diawasi pemberiannya ya, sahabat. Untuk memberikan telur ayam baiknya tunda dulu hingga bayi berusia 1 tahun,  di mana tingkat alergi biasanya sudah mulai menurun.

Hati ayam atau hati sapi 

Selain dari dagingnya, hati ayam atau sapi merupakan sumber zat besi yang baik dikonsumsi oleh bayi.  Dikarenakan teksturnya yang lembut, hati juga memiliki rasa yang enak sehingga dapat meningkatkan nafsu makan bayi, tetapi jangan diberikan terlalu sering ya sahabat, karena hati mengandung performed vitamin A yang dapat menyebabkan hipervitaminosis A jika dikonsumsi berlebihan.  Kelebihan vitamin ini bisa meningkatkan risiko patah tulang. Hati juga merupakan organ penyaring racun di dalam sistem pencernaan hewan sehingga sangat rentan tercemar zat kimia, pestisida, maupun racun lainnya.

Daging sapi, kambing, ayam tanpa lemak

Sumber makanan yang kaya akan kandungan zat besinya adalah daging. Beberapa jenis daging yang mengandung zat besi antara lain sapi, kambing, ayam, kalkun, dan bebek. Sahabat dapat memberikannya secara bervariasi untuk MPASI bayi. Sahabat harus memperhatikan saat memilih daging, pilih daging yang sedikit mungkin mengandung lemak, karena lemak ini kurang baik untuk kesehatan bayi. Olahlah daging hingga menjadi empuk dan lembut supaya mudah untuk dikunyah oleh bayi yang belum memiliki banyak tumbuh gigi.

Sayuran berdaun hijau

Sayuran berdaun hijau umumnya mengandung zat besi yang tinggi dan sangat baik untuk dikonsumsi oleh bayi. Beberapa pilihan sayuran hijau yang kaya akan jenis mineral ini antara lain, bayam, brokoli, sawi, kale, dan keciwis. Dengan membiasakan bayi mengkonsumsi sayuran sejak dini memang sangat baik,  karena manfaatnya memang sangat banyak bagi tumbuh kembang sang bayi.

Kacang-kacangan

Kacang-kacangan biasanya dikenal akan kandungan vitamin E, namun terdapat beberapa jenis  kacang-kacangan masuk ke dalam jenis makanan yang mengandung zat besi. Contohnya saja kacang merah, kacang kedelai, dan kacang polong. Ketiganya baik untuk dikonsumsi oleh bayi sekaligus memiliki rasa yang enak dan tekstur yang empuk, sehingga memudahkan bayi untuk mengunyahnya.

Ikan tuna dan seafood

Ikan tuna dan seafood tertentu seperti kerang dan udang juga dapat memberikan asupan zat besi pada bayi. Bahkan kandungannya cukup banyak lho, sahabat. Di dalam 3 ons tuna terkandung 1 mg zat besi, pada 4 ons kerang 3 mg, sementara 4 ons udang 2 mg. Pemberian seafood kepada bayi  ini juga harus hati-hati, sebab sangat rentan menimbulkan alergi .

Itulah 7 sumber zat besi untuk bayi yang harus diperhatikan oleh sahabat. Tidak hanya melalui zat besi untuk bayi  juga bisa diperoleh dengan mengonsumsi suplemen. Suplemen ini bukan pengganti, namun aspek pelengkap dari makanan yang mengandung zat besi. Sahabat dapat melengkapi makanan yang mengandung zat besi melalui suplemen jika bayi menunjukkan gejala atau tanda dari kurangnya kebutuhan zat besi pada tubuh.

Semoga bermanfaat, salam sehat dan bahagia selalu

 

Marlinajourney

 

0 Shares

marlinajourney

Assalamualaikum warrahmatullahi Wabarakatuh sahabat syurga, perkenalkan saya biasa diapanggil inna, yang suka menjelajah daerah orang lain untuk bertafakur alam sebagai ajang untuk mereflesikan diri dan bersyukur kepada Allah SWT. Terima kasih telah bertandang, Selamat datang di blog marlinajourney yang akan bercerita tentang setiap perjalanan yang dilakukan, dirasakan,dilihat sebagai dokumentasi untuk hari tua kelak dan mencoba keluar dari zona nyaman. Jangan segan untuk meninggalkan jejak yang berguna . Semoga bermanfaat Wassalamualaikum warrahmatullahi Wabarakatuh inna

View all posts by marlinajourney →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copy link
Powered by Social Snap