Naik gunung di musim Juli, jangan sampai momen di puncak gunung terganggu gara-gara mata sepet jadi kurang maksimal.
Apa sih niatnya kalau naik ke gunung? yang pasti pulang bawa foto sunrise dari puncak dong jangan sampai yang dibawa pulang malah mata sepet, perih, dan lelah gara-gara debu!
Buat pecinta hiking, naik gunung bukan sekadar soal mencapai puncak. Ada perjalanan panjang, udara dingin, pemandangan yang bikin takjub, sampai momen sunrise yang sudah ditunggu-tunggu. Tapi ada satu hal kecil yang sering terlupakan saat packing yaitu kondisi mata dan pertolongan pertama pada mata.
Apalagi saat mendaki di bulan Juli, ketika cuaca di jalur pendakian bisa berubah-ubah. Angin, udara yang kering, sinar matahari, serta medan berdebu bisa membuat perjalanan terasa lebih menantang. Mata yang awalnya baik-baik saja bisa tiba-tiba terasa sepet, perih, atau cepat lelah.
Mata mulai terasa sepet saat perjalanan menuju puncak. Pengalaman seperti ini bisa saja muncul ketika perjalanan sudah memasuki beberapa jam pendakian. Saat itu, langkah mulai melambat dan jalur semakin berdebu. Setiap ada pendaki lain lewat atau angin bertiup cukup kencang, debu bisa beterbangan.
Awalnya hanya terasa sedikit sepet, seperti ada sesuatu yang mengganjal di mata. Saya pikir itu hanya efek debu biasa dan akan hilang sendiri. Namun semakin lama berjalan, mata mulai terasa perih dan lelah.
Ternyata, aktivitas di luar ruangan dengan paparan angin dan lingkungan yang membuat air mata lebih cepat menguap dapat memicu gejala mata kering. Gejalanya antara lain mata terasa sepet dan perih, sementara mata juga dapat terasa cepat lelah.
Jangan sampai udah susah payah naik gunung, pas sampai puncak malah nggak bisa menikmati view gara-gara mata sepet.
Jujur, waktu naik gunung aku awalnya sama sekali nggak kepikiran soal mata. Yang aku pikirin cuma carrier, jaket, sepatu, air minum, sama kamera buat hunting sunrise.
Apalagi bulan Juli begini, cuaca di gunung tuh bisa berubah-ubah banget. Kadang panas, tiba-tiba dingin, terus angin kencang. Belum lagi kalau jalurnya berdebu dan banyak pendaki lewat.
Nah, setelah beberapa jam jalan, tepatnya ketika mulai masuk medan yang cukup berdebu, aku mulai ngerasa ada yang nggak beres sama mata.
Awalnya mata terasa sepet, kayak ada yang mengganjal. Lama-lama mulai perih, dan mata juga terasa lelah.
Aku pikir.. Ah, paling cuma debu.
Tapi ternyata makin lama malah bikin nggak nyaman. Padahal saat itu aku lagi menuju spot yang dari awal paling ditunggu-tunggu pemandangan dari atas gunung dan menikmati keindahan sunrise.
Bukannya fokus menikmati pemandangan, aku malah sibuk berkedip, mengucek mata, dan cari tempat buat istirahat.Dari situ aku baru sadar, kondisi mata juga harus masuk checklist kalau mau aktivitas outdoor.
Selain berusaha menghindari debu dan tidak mengucek mata, aku mulai membiasakan diri membawa perlengkapan untuk membantu mengatasi mata sepet. Salah satunya Insto Dry Eyes.

Aku menemukan Insto Dry Eyes saat mencari tetes mata yang memang ditujukan untuk membantu mengatasi gejala mata kering. Insto Dry Eyes bekerja sebagai pelumas seperti air mata dan membantu meredakan gejala mata kering seperti rasa sepet, perih, atau lelah.

Setelah digunakan sesuai aturan pakai, mata terasa lebih nyaman dan aku bisa kembali menikmati perjalanan.
Sejak pengalaman itu, kalau mau naik gunung aku punya satu prinsip, jangan cuma siapin perlengkapan buat badan, mata juga harus disiapin.
Beberapa hal yang sekarang selalu aku lakukan dan siapkan saat melakukan hiking seperti :
⭐ Bawa kacamata untuk membantu melindungi mata dari angin dan debu
⭐ Jangan mengucek mata dengan tangan yang belum bersih
Istirahatkan mata kalau mulai terasa lelah
⭐ Cukupi kebutuhan cairan selama perjalanan
⭐ Dan tentunya, selalu siapkan Insto Dry Eyes di dalam emergency pouch
Karena kita nggak pernah tahu kapan mata mulai terasa sepet, perih, atau lelah.
Dan menurutku, lebih baik sedia sebelum gejalanya mengganggu momen penting. Jadi buat kamu yang punya agenda hiking, camping, atau aktivitas outdoor bulan ini, jangan hanya cek carrier dan sepatu. Cek juga emergency pouchmu.
Karena sampai puncak itu perjuangan. Jangan biarkan mata sepet bikin momen di puncak jadi kurang maksimal.
Salam sehat dan bahagia selalu

