Batik Marunda dibuat oleh warga runus jakarta

Memperkenalkan Batik Marunda dibuat oleh Warga Rusun Jakarta

0 Shares

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus melakukan penataan kota, penghasilan yang rendah dan terpaksa tinggal di kawasan kampung-kampung kumuh, sehingga Pemprov DKI Jakarta menggusur warga yang yang tinggal di bantaran kali dan lahan milik Negara.

Warga yang digusur kemudian direlokasi ke sejumlah rumah susun sederhana sewa (rusunawa) yang dikelola Pemprov DKI. Kondisi rusun yang lebih nyaman dibandingkan rumah mereka, tidak serta merta membuat warga hidup enak di rusun.

Kebanyakan warga yang biasa berjualan di tempat tinggal lama mereka terpaksa kehilangan mata pencahariannya. Mereka mengaku sulit mendapat penghasilan di rusun untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Mereka mengaku sulit mendapat penghasilan di rusun untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Pelatihan membatik kepada warga di Rumah Susun (Rusun) Marunda

Ibu Irmanita Hutabarat adalah sosok perempuan yang menjadi aktor penggerak dalam bidang pengembangan kerajinan di daerah Rusun Marunda Jakarta Utara.

Berawal pada tahun 2014 dimana Jakarta terdapat  relokasi dari kawasan kumuh ke Rusun Marunda, saat itu ibu-ibu di Rusun Marunda tidak ada kegiatan hanya sebagai ibu rumah tangga yang  mengurus anak dan suami. 

Lalu pemerintah sering kali memberikan pelatihan berbagai macam keahlian dan ketrampilan kepada ibu-ibu di Rusun, setelah pelatihan selesai  tidak berlanjut dan tidak diaplikasikan oleh ibu-ibu Rusun Marunda, karena tidak ada pendampingan setelah pelatihan dilakukan, hanya dilepas atau disuruh jalan sendiri,sehingga pelatihan yang diberikan ibu-ibu rusun sia-sia.

Suatu ketika Dekranasda memberikan challenge dalam rangka menyambut hari Batik dan dilombakan maka pelatihan membatik kepada warga di Rumah Susun  Marunda dilakukan, dari tangan ibu-ibu yang direlokasi, Batik Marunda menjadi suatu hal baru bagi batik betawi khas Jakarta.

Ibu-ibu yang berasal dari pemukiman kumuh dan padat penduduk di bantaran sungai itu memiliki keseriusan untuk menekuni kerajinan pembuatan batik.Secara mengejutkan mampu menghasilkan batik yang notabene dibuat dengan penuh kesabaran,ketenangan, kelembutan, ketelatenan dan fokus yang tinggi. Ibu-ibu ini dulunya, kan, berasal dari kehidupan yang keras di bantaran sungai, sekarang mereka mencoba membatik dengan penuh kesabaran. , ketenangan, kelembutan dan ketelatenan, disitu tantangannya, kata ibu Irmanita Hutabarat.

Meski sulit ibu-ibu rusunawa itu mampu mengasah kemampuan yang dimiliki. Dengan lincah, kedua tangan kereka menciptakan berhelai-helai karya batik. Batik Marunda merupakan pendatang baru dalam dunia batik Indonesia. Kelahiran batik ini dinilai dari pelatihan batik di kampung marunda yang diinisiasi oleh Ibu Iriana Joko Widodo yang menjabat ketua Dekranasda DKI Jakarta.

Ibu-ibu Rusun diberi wadah untuk membatik di pusat pengembangan diri yang ada di lantai dasar rusun. Cluster A blok 10 . Saat dipindahkan dari bantaran ke tempat baru,secara psikologis ibu-ibu itu berubah dan butuh pembinaan. Salah satunya untuk mengembangkan kreativitas lokal,ada program membatik di lantai dasar rusun. Lebih dari 100 ibu-ibu di Rusun mengikuti pelatihan membatik. Saat ini, terdapat 23 ibu-ibu yang aktif membatik harian di Rusunawa marunda. Jumlah ini sering kali tak stabil karena banyak ibu yang keluar masuk untuk membatik,selain membatik dilakukan di Rumah susun Marunda, terdapat juga di Rumah Susun Rawa Bebek serta Rumah Susun Besakih.

Ibu Irmanita Hutabarat Bersama para ibu Rusun

Akhirnya yang awalnya hanya ingin menolong, Ibu Irmanita Hutabarat terketuk hatinya untuk membantu terjun langsung melakukan #aksihidupbaik,  beliau ingin mempunyai makna dan berguna untuk orang lain terutama ibu-ibu di Rusun Marunda ini.  Walaupun dari pelatihan  yang terjadi memang belum banyak yang berminat untuk mengikuti workshop membatik, dari 3 kali batch pelatihan yang diadakan hanya sekitar 23 orang serius bertahan menekuni membatik ini. 

Memperkenalkan dan Memajukan Batik Marunda khas Jakarta

Ibu Irmanita Hutabarat tidak hanya melakukan pendampingan, beliau turun langsung sampai dengan ke pemasaran agar Batik Marunda khas Jakarta ini dapat dikenal oleh banyak orang. Menurut beliau Batik Marunda apabila ingin bersaing dengan batik jawa maka akan kalah karena batik di jawa harganya murah dan pembuatannyapun halus sekali,  karena di jawa sudah turun temurun belajar membatik, sedangkan di Jakarta terutama ibu-ibu Rusun belajar membatik bukan dari turun temurun, maka  Ibu  Irmanita Hutabarat akhirnya mencari jalan supaya lebih unik dengan cara mengajak kerjasama  dengan seniman-seniman di Jakarta, ibu Irma hanya mengetuk hati  orang – orang yang mau membantu dan mempunyai kesempatan berdaya guna untuk orang lain. Ibu Irmanita Hutabarat berkata bahwa  kita mencari uang di Jakarta, kita punya karya di jakarta, kenapa kita tidak kembalikan juga ke orang-orang  Jakarta.

Walaupun harga batiknya menjadi lebih mahal di Jakarta tetapi mau melihat langsung cara pembuatan batik akan lebih dekat tidak perlu ke Jawa, langsung ke tempat pembuatan batik di Rusun Marunda Jakarta Utara. Dari mulai desain hingga menjadi batik yang siap untuk dipasarkan di Rusun Marunda.  Designer yang membantu  Ibu Irmanita Hutabarat yaitu wendy  sibarani ,seniman batik.Jika batik betawi kebanyakan  mengangkat ikon-ikon Jakarta seperti monas dan ondel-ondel. Batik Marunda mengangkat flora dan Fauna yang ada di Ibukota. Motif batik dibuat lebih besar ketimbang motif batik yang banyak beredar di Jawa, dengan gaya yang lebih kekinian. Seperti motif kembang kelapa yang biasa dipakai untuk suntingnya pengantin, motif teratai dari lebak bulus yang terdiri dari bunga teratai dan kura-kura atau bulus. Konon dahulu kala kawasan lebak bulus ditempati banyak tumbuhan teratai dan bulus. Ada pula motif bunga bandotan di taman Menteng yang terinspirasi dari bunga liar yang tumbuh dengan warna-warni di pinggir jalan. Motif burung kipasan belang yang hidup di kepulauan seribu bermakna manusia harus selalu bergerak dan bekerja sama.Pemilihan motif ini supaya tidak monoton dan lebih modern jadi dekat dengan anak muda ujar ibu Irmanita Hutabarat.

Ibu-ibu di Rusun Marunda selalu menghadirkan suasana lingkungan sekitar yang humanis dan harmonis sehingga Ibu Irmanita Hutabarat merasa terpanggil untuk merangkul mereka, itu terlihat saat mereka melakukan pembuatan batik yang tidak terdapat gap antara Ibu Irmanita Hutabarat dengan para ibu-ibu Rusun Marunda, ada canda tawa yang menghiasi wajah ibu-ibu yang sedang membatik dengan situasi lingkungan seperti ini membuat ibu-ibu merasa senang, gembira ditambah lagi kata seorang ibu bahwa dengan ikut membatik ini mereka bisa jalan-jalan atau nonton tidak di rumah saja. Selain meningkatkan kemampuan, program membatik juga diharapkan dapat menambah penghasilan ibu-ibu rusun. Batik yang dihasilkan dipasarkan ke masyarakat luas dengan nama Batik Marunda. Sejumlah rusunawa seperti rusunawa rawa bebek dan besakih juga memiliki program serupa,tetapi tetap menggunakan nama Batik Marunda sebagai pionir.

Pola yang di desain oleh wendy Sibarani lalu diberikan kepada ibu-ibu di Rusun Marunda. Ibu-ibu ini akan mencanting atau menorehkan malam dengan telaten sesuai dengan gambar yang ada. Mencanting satu lembar kain biasanya dapat diselesaikan dalam waktu sepekan. Setelah melukiskan malam,ibu-ibu Marunda itu pula yang bakal mewarnai kain batik sesuai selera mereka. Saat ini pewarnaan Batik Marunda kebanyakan masih berupa warna-warna dasar seperti hitam,merah,biru,kuning dan hijau. Warna dari Batik Marunda saat ini mayoritas masih merupakan warna dasar. Kami akan memberi pelatihan pewarnaan untuk ibu-ibu agar dapat meningkatkan pemahaman dan kualitas warna mereka. Kain batik yang sudah diwarnai, lalu diberi perekat warna berupa cairan kimia agar tidak luntur saat dicuci. Setelah itu, malam diluruhkan dengan cara merebus kain batik di air mendidih. Kemudian kain batik dijemur dan diangin-anginkan. Kain yang sudah kering siap dipasarkan. Pemasaran batik marunda saat ini masih terbilang sulit. Pasalnya, belum banyak orang yang mengetahui keunikan batik marunda.

Upaya memasarkan batik Marunda Khas Jakarta dititipkan di Alun-alun Indonesia, dipakai desainer untuk peragaan busana seperti di Jakarta Fashion week, Jakarta International Performing Arts 2019. Ibu Irmanita Hutabarat juga membuka galeri kecil  untuk memasarkan Batik khas Jakarta dari Rusun Marunda di daerah lebak buluk. Selain Wendy Sibarani. Ibu Irmanita Hutabarat juga menggandeng chitra subiyakto yang memesan batik di Rusun Marunda motif semanggi, timuan mas .

Dengan bantuan atau prakarsa serta semangat  dari Ibu Irmanita , warga rumah susun Marunda yang ingin menggeluti  kerajinan batik marunda dengan tekun dan sabar sehingga menjadi ladang penghasilan tambahan buat ibu-ibu  rumah susun marunda, tercipta lapangan kerja yang tidak menelantarkan anak dan keluarga karena melakukan pekerjaan membatik tidak jauh dari kawasan tempat tinggal,masih dapat mengawasi anak dan mengurus rumah. Semoga ibu Irmanita  dapat memajukan Batik Marunda Khas Jakarta, supaya ibu-ibu di Rusun Marunda tidak ke mana-mana, khusus fokus disini aja yaitu pembuatan batik. Melalui #AksiHidupBaik yang dilakukan ibu Irma, selembar kain batik khas Jakarta menjadi rezeki untuk banyak keluarga di rusun marunda Jakarta Utara.

Ibu Irmanita Hutabarat memimpikan suatu saat warga Jakarta dengan bangga menggunakan hasil karya pengrajin  Jakarta yang dibuat di Jakarta  untuk melestarikan keberagaman budaya Jakarta.

Ibu Irmanita Hutabarat bercita-cita agar  designer atau pelaku-pelaku bisnis di Jakarta bisa memesan batik di Jakarta mengembalikannya ke orang-orang Jakarta juga. Beliau berharap Satu hari nanti akan ada setiap one rusun one produk, ekonomi kreatif rusunpun  akan berkembang sekali karena tidak membutuhkan tempat tinggal atau tempat makan semua akan bergulir di suatu rusun itu sendiri suatu hari dekranasda atau UMKM ,pelaku usaha tinggal mencari di Jakarta.

Batik marunda betul-betul batik dari hati motifnya seperti lukisan itu yang dia tonjolkan. Selain itu ada 3 desainer yang berkolaborasi  mengaplikasikan batik marunda menjadi busana anak muda yang modern. Sebagian baju dibuat dengan teknik lipatan seperti pakaian jepang sehingga tampak berstruktur dan memberi kesan tegas motif yang lebih berwarna seperti merah biru dan hijau tampak di koleksi ini. Batik Marunda yang digunakan desainer dan label mode ternama ini diharapkan mampu membuat ibu-ibu rusun marunda bangga, sekaligus meningkatkan produksi membatik.

Semoga ini bisa mengubah paradigma mereka, tidak lagi melihat diri mereka sebagi orang terbuang, orang miskin tapi justru bisa melihat ada potensi dalam diri mereka. Saat ini ibu –ibu rusun marunda mampu menghasilkan 5-6 kain perbulan.Kain dijual dengan harga beragam mulai dari Rp. 1.000.000,- tergantung tingkat kerumitannya, apabila kain yang dihasilkan lebih banyak maka penghasilan ibu-ibu rusun juga ikut meningkat karena batik marunda.

Untuk menempuh daerah tempat membatik di Rusun Marunda dengan naik Transjakarta (Busway) ke arah Tanjung Priok dengan biaya Rp. 3.500,- lalu naik transjakarta lagi sebagai penyambung ke arah Rusun Marunda ini gratis, setelah itu turun di Mesjid Jami’Alhijrah Rusun Marunda Cilincing Jakarta Utara kemudian jalan kaki sedikit ke Rusun Marunda Cluster A Blok 10 di situlah tempat membuat Batiknya. 

Gimana?  kalian tertarik membeli Batik Marunda khas Jakarta ini, selain ke destinasi Rumah Sipitung kalian juga dapat melihat pengerjaan membatik di Rusun Marunda Jakarta Utara, karena Batik Marunda bekerja dengan hati di tiga Rusun Jakarta. selain itu bisa “ikuti #AksiHidupBaik lainnya di akun youtube dan instagram @ibu.ibukota

https://www.youtube.com/watch?v=qE5-5lqbPx8
0 Shares

marlinajourney

Assalamualaikum warrahmatullahi Wabarakatuh sahabat syurga, perkenalkan saya biasa diapanggil inna, yang suka menjelajah daerah orang lain untuk bertafakur alam sebagai ajang untuk mereflesikan diri dan bersyukur kepada Allah SWT. Terima kasih telah bertandang, Selamat datang di blog marlinajourney yang akan bercerita tentang setiap perjalanan yang dilakukan, dirasakan,dilihat sebagai dokumentasi untuk hari tua kelak dan mencoba keluar dari zona nyaman. Jangan segan untuk meninggalkan jejak yang berguna . Semoga bermanfaat Wassalamualaikum warrahmatullahi Wabarakatuh inna

View all posts by marlinajourney →

47 thoughts on “Memperkenalkan Batik Marunda dibuat oleh Warga Rusun Jakarta

  1. Keren ya motif batik Marunda..jadi ada pilihan nih..apalagi bisa melihat cara membatiknya..jadi pengen berkunjung nih..pasti seru..

    1. iya kak kan kita taunya batik itu hanya ada d jawa aja, ternyata ga usah jauh2 di jakarta juga ada
      liat pembuatannya deket juga yang spesial lagi dibuat oleh warga Rusun Jakarta kak

  2. wow. semoga bisa terus berkembang batik marunda nya bahkan hingga mancanegara kemudian. Semoga semakin banyak sosok seperti Ibu Irmanita Hutabarat yang mampu menggerakan sumber daya manusia di jakarta yg notabene nya kelas menengah ke bawah. karena ketika taraf kehidupan mereka membaik.. maka baik pula kemajuan penghidupan di DKI Jakarta. keep growingg Jakartaaa.. Aamiin.

    1. Aamiin , semoga makin banyak yang membeli batik marunda , jadi jangan jauh2 belinya di jakarta juga ada
      mau liat pembuatannya juga bisa kok

  3. kekayaan corak batik nusantara semakin bertambah, semoga batik marunda semakin dikenal luas dan semakin banyak peminat batik yang mengenal batik marunda sehingga bukan cuma menambah koleksi tapi juga membantu memberikan tambahan penghasilan untuk ibu-ibu di rusun marunda.

    1. ye bener banget kak, coraknya bukan hanya ikon jakarta aja tapi macam-macam , udah gitu bisa langsung melihat cara pembuatan
      batiknyanya kak dari awal kain putih biasa sampai jadi motifnya ga jauh lagi tempatnya disekitar jakarta juga

      1. Masya Allah.. Ini keren… Bisa jadi wisata edukasi juga nih…. Semoga batik marunda tidak hanya terkenal di dalam negeri saja, tetapi bisa terkenal di luar negeri (mancanegara).

        1. iya semoga para desainer juga memakai batik marunda biar bisa terkenal lagi dengan begitu dapat membantu ibu-ibu di rusun marunda

  4. tokoh inspiratif, semoga batik semakin sukses!

    1. Penuh dengan kesabaran menghadapi ibu-ibu rusun , sangat menginspirasi ya kak … Semoga bisa berkembang dan maju batik marunda
      ternyata bukan di jawa aja ada batik jakarta juga ada deket juga tempat pembuatannya

  5. Selalu bahagia melihat kekayaan Indonesia, terlebih lagi kini bertambah pula kekayaan budaya Jakarta dengan adanya kegiatan batik membatik yang diadakan di lingkungan Marunda.
    Semangat terus untuk kalian wahai ibu-ibu pengrajin batik Marunda, terus berkarya lewat lekuk jari jemari cantikmu untuk menghasilkan karya yang sungguh mempesona.
    Kelak masa depan batik ini ada pada tangan anak dan cucu kalian untuk melestarikannya.

    1. bener banget kak kita juga harus melestarikannya kak sebagai generasi muda jadi batik juga ada ragamnya bukan hanya di jawa aja
      jakarta juga ada , terus bisa langsung liat pembuatannnya lagi.

  6. ka inna….keren banget tulisan tentang batik dan pemberdayaan ibu-ibu di jakarta
    semoga menginspirasi daerah lainnya.
    salam dari mampirdong

    1. iya bunda semoga para desainer juga memakai batik marunda ya biar terkenal luas sampai mancanegara
      batik bukan hanya punya daerah jawa tapi jakarta juga punya

  7. MaaSyaa Allaah, keren. Gw baru tau di marunda ada pengrajin batik, padahal deket tempat tinggal, makasih mba lina, inspiratif sekali. Sukses trus buat semuanya

    1. udah liat langsung belum ke pembuatan batiknya seru dan keren loh ibu-ibu rusun kan ga punya skill membatik tapi mereka bisa

  8. Maju terus batik marunda, semoga cepet dikenal luas

    1. iya kan bisa menambah penghasilan ibu-ibu rusun marunda

  9. Ibu-ibu rusunnya aktif dan produktif. Keren. Semoga dengan dipublikasi seperti ini, mereka semakin bersemangat dan semakin nambah rezekinya. Amiiin.

    1. Aamiin ya kak semoga makin menjadi inspirasi buat para desainer juga untuk membeli dan memakai batik marunda jadi berkah kan

  10. Setelah di Terogong jakarta selatan ada batik betawi yang sudah mempunyai motif-motif batik khas betawi yang menggambarkan ikon-ikon Jakarta dari Ondel-ondel, Penganten Betawi dan lain-lain, Sekarang bertambah lagi Khasanah Batik Jakarta yang dikenal dengan nama “Batik Marunda” di daerah Rusun Marunda semoga Batik Marunda bisa Menampilkan Motif-motif yang bercirikan Ikon-ikon Khas Jakarta Utara yang berbeda dengan motif Batik Betawi yang ada di jakarta selatan sehingga semakin beragam, semakin banyak pilihan Batik di Jakarta.

    1. wah bener beh, jadi khasanah batik dan macamnya banyak ya tiap lokasinya , semoga para desainer membeli
      dan memakai bahan batik dari jakarta ya beh

  11. Dulu aku nggak suka batik, mbak. Tapi sekarang jadi sukaa banget, apa karena Uda tua ya? Haha dulu kurang diminati karena motifnya itu2 aja kayaknya, sedang sekarang banyak motif kontemporer yang lucu2..

    1. iya sekarang lebih beragam motifnya jangan kaum milenial dan orang tua juga suka kak,
      semoga batik makin diminati ya kak

  12. Salut sama semangat ibu-ibu di Marunda untuk terus belajar dan berkarya. Untuk penulis, lebih diperhatikan lagi PUEBInya. Semangaaaaat!

    1. wah terima kasih kak maklum newbie wkwkw masih terus belajar

      1. Waaahhhh keren nih, ternyata daerahnya si Pitung sudah mulai menghasilkan batik, semoga motifnya menarik dan bisa bersaing dengan batik2 dari kota / daerah lain … terus berkarya untuk negeri! Semangat 👍

        1. iya dong jadi kalau ke daerah si pitung jangan lupa mampir melihat pembuatan batik marunda , Indonesia kaya dengan berbagai
          khasanah corak motif batik

  13. Cakep ya hasilnya? Kalau soal supaya awet pakai pengawet alami apa ya mbak? Kalau orang zaman dulu mencuci kain batik tulis dengan buah kerak dan menjemur tidak di bawah sinar matahari, hanya diangin-anginin supaya kering.

    1. iya memang menggunakan lerak kak dan menjemurnya tidak di sinar matahari langsung kan

  14. Pernah dengar tentang Batik Marunda, tapi saya sama sekali belum pernah memilikinya. Pengin ahhh kapan-kapan kalo ke Jakarta jalan-jalan kesini 🙂

    1. hayo kak lihat cara pembuatannya untuk aksesnya juga gampang kak hanya 3.500 naik busway transjakarta
      di tunggu kedatangannya ke jakarta kak

  15. Berfaedah sekali kegiatannya ya Kak. Batik Marunda, saya jadi tau informasi mengenai ini. Thanks yaa

    1. sama-sama kak , kan Batik bukan hanya ciri khas dari daerah jawa tapi jakarta juga punya batik kak

  16. Keren sekali, walaupun jakarta kota metropolitan tetapi masih bisa mempertahankan budayanya.

    1. harus itu kak , walapun zaman digital 4.0 tetap mempertahankan budaya donk

  17. Hampir setiap daerah di Indonesia memiliki motif batik/kain khas ya kak. Dengan kita belajar dan mencintainya agar tidak punah.

    1. iya makin memperkaya khasanah corak dan motif batik ya kak biar anak muda dan tua dapat memakainya
      Batik tidak untuk slogan orang keraton aja

  18. Bagus ini… Selain bernilai ekonomi, juga untuk melestarikan aneka ragam batik jakarta juga ya. Salut saya dengan ibu-ibu yang punya keterampilan dan mau berbagi dengan banyak orang.

    1. iya mereka kan semua sebagai pendatang kak yang dari perkampungan kumuh dipindahkan ke rumah susun
      oleh pemerintah , nah ibu Irmanita ini membantu ibu-ibu ini agar menghasilkan karya dan bisa buat penghasilan
      buat keluarga mereka

  19. Kegiatannya menarik banget ini. Saya pingiiin sekali bisa liat langsung orang yang sedang membatik gitu, tapi belum bisa keturutan ampek sekarang.

    1. sekali-sekali sempatkan deh kak itu butuh kesabaran, ketelitian, konsentrasi yang tinggi semoga nanti kaka bisa
      liat langsung deh dari kain putih bersih hingga jadi batik

  20. Aku baru tahu ada batik marunda kak inna. Ini dijual per kain berapa harganya kak? Salut sama semangatnya utk terus berkarya.

    1. batik ya pasti identik dengan daerah jawa ya kak
      memang batik marunda itu khas jakarta tapi tidak hanya ikon nya jakarta aja kak dimodifikasi
      sehingga anak muda juga dapat memakainya . memang harga mahal dibandingkan dengan daerah Jawa kak

  21. Program-program pelatihan dari Pemerintah memang seringkali tidak jelas roadmapnya, atau memang program yg dilaksanakan berjangka pendek. Tapi apapun itu yg penting Ibu2 ini akhirnya memiliki aktivitas yg positif.

    1. Ini jelas kak karena pemerintah dalam hal ini pusat investasi pemerintah menggandeng 3 penyalur PNM ,Pegadaian dan BAV dan juga ada pendampingan setiap minggunya kak .

    2. Wah ini dari dinas DKI nya deskranasda sama suka relawan ibu Irmanita yang gaungnya tidak terdengar tapi punya makna dan guna bagi warga Rusun Marunda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copy link
Powered by Social Snap