24/05/2024

Kusta Dalam Perspektif Agama

0 Shares

Sikap nabi di masa itu karena ada doanya, pasti ada rasa kekhawatiran dan rasa takut terhadap kecatatan dan stigma, bahkan Dalam satu hadits menerangkan bahwa firra minal mazdum tammata firra minal asad artinya pergilah dari orang-orang yang terkena kusta sebagaimana kamu lari dari singa

Kusta adalah penyakit menular yang penularannnya itu ada beberapa faktor yaitu :

  1. Kontak , kontak erat tidak dalam waktu kontak singkat orang mudah terkena kusta
  2. imunologis  yaitu faktor kondisi tubuh orang saat terpapar bakteri kusta, karena asupan gizi kurang
  3. Kekurangtahuan, terkait bagaimana pandangan awam itu karena lahir akibat kekurangtahuan, akibat minimnya informasi yang sampai terkait kusta , padahal saat ini kusta di eradukasi sangat banyak terutama di daerah perkotaan , jauh lebih berkurang mungkin di daerah luar jawa tidak demikian

Penyakit kusta memang dapat diobati dan disembuhkan serta kecatatannya dapat diatasi , jika dilakukan pengobatan sedini mungkin dan diketahui gejalanya. Jika terdapat banyak stigma bahwa kusta itu lahir akibat dosa atau kutukan dari Tuhan maka ini perlu diberikan arahan dan edukasi oleh tokoh masyarakat termasuk ustad ataupun pendeta, karena stigma ini sudah dirasakan sejak zaman dahulu dan masih sangat lekat terutama stigma diri pada penderita kusta/pasien kusta.

Pdt ( Emeritus) Corinus Leunufna sebagai seorang pendeta atau pemuka agama sekaligus OYPMK pertama kali mengetahui bahwa menderita kusta saat berkonsultasi dengan Dokter dengan gejala mati rasa pada kaki , kemudian menurut Dokter harus segera memeriksakan diri ke puskesmas saat mengetahui hal tersebut Pendeta Corinus tidak takut akan penyakitnya melainkan takut akan stigma di masyarakat apalagi sebagai seorang pemuka agama. Dengan diketahui bahwa dirinya terkena penyakit kusta maka selama 1 tahun penuh sejak divonis tgl 16 Juli 2016 dan pada bulan Mei 2017 terakhir kali melakukan pemeriksaan dan dinyatakan OYPMK. 

Sakit itu untuk menguji keimanan para nabi atau wali pada tahap tasawuf atau taraf akhlak sehingga menjadi ridho, rela sehingga akan mengalami penempaan diri sehingga ikhlas dalam takdir Tuhan termasuk menerima penyakit. Dalam agama Islam diajarkan berusaha secara rohani  berupa doa dan jasmani 

Allahumma inni  aujubika minal baros wal junum wal jujam min sail asqom ini doa yang memang terkait dengan penyakit kusta , dan melakukan ruqiah atau diasingkan, karena pada masa dahulu tidak adanya obat atau belum diketahui sehingga menimbulkan stigma tersebut, tetapi pada zaman Nabi selalu menegaskan untuk selalu berhati-hati menjaga kebersihan, tidak mendiskriminasi sehingga pada zaman itu ketidaktahuan dan kekhawatiran pada penderita kusta.  Tetapi sekarang dengan banyaknya informasi dan di era digital sekarang ini penyakit kusta sudah dapat disosialisasikan, bagaimana cara mencegahnya dan mengobatinya

Semoga bermanfaat, salam sehat dan bahagia selalu.

Marlinajourney

0 Shares

marlinajourney

Assalamualaikum warrahmatullahi Wabarakatuh sahabat syurga, perkenalkan saya biasa diapanggil inna, yang suka menjelajah daerah orang lain untuk bertafakur alam sebagai ajang untuk mereflesikan diri dan bersyukur kepada Allah SWT. Terima kasih telah bertandang, Selamat datang di blog marlinajourney yang akan bercerita tentang setiap perjalanan yang dilakukan, dirasakan,dilihat sebagai dokumentasi untuk hari tua kelak dan mencoba keluar dari zona nyaman. Jangan segan untuk meninggalkan jejak yang berguna . Semoga bermanfaat Wassalamualaikum warrahmatullahi Wabarakatuh inna

View all posts by marlinajourney →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *