Klinik Asiki Bukti Nyata Meningkatkan Kualitas Kesehatan Di Pedalaman

0 Shares

Kesehatan merupakan hak asasi manusia dan salah satu unsur kesejahteraan yang harus diwujudkan sesuai cita-cita bangsa Indonesia. Sesuai amanat pasal 14 UU No.36 tahun 2009 tentang kesehatan.

Pemerintah bertanggung jawab merencanakan, mengatur, menyelenggarakan, membina,dan mengawasi penyelenggaraan upaya kesehatan yang merata dan terjangkau oleh masyarakat

Namun pemerataan upaya kesehatan di Indonesia belum dapat dilaksanakan secara optimal karena kendala geografis dan sosial, yaitu mereka yang tinggal di Daerah Tertinggal, Perbatasan dan Kepulauan (DTPK). Sebagai negara kepulauan dengan wilayah yang luas, masih diketemukan keterbatasan sarana prasarana pelayanan kesehatan.

Ketidakmerataan distribusi tenaga kesehatan (khususnya, namun tidak terbatas pada dokter dan dokter spesialis) di Indonesia merupakan salah satu hambatan dalam upaya peningkatan akses terhadap layanan kesehatan. Tenaga kesehatan menumpuk di daerah urban sementara Daerah Terpencil, Perbatasan dan Kepulauan (DTPK) mengalami resesi tenaga.

Pernah terbayang gak sahabat tinggal di pedalaman yang jika sakit, harus menempuh perjalanan lewat laut dengan menggunakan speedboat, dengan waktu perjalanan 3-4 jam, itupun tergantung cuaca dan kondisi alam. Jalur sungai adalah satu-satunya akses di pedalaman dimana untuk menghubungkan dari kampung satu ke kampung lainnya.

Memberikan pelayanan kesehatan di pedalaman tidaklah sama seperti di tempat lainnya, bila biasanya petugas kesehatan melakukan puskesmas keliling cukup dengan ke kampung-kampung.

Seperti Papua dimana terdapat masyarakat Asmat yang memiliki budaya berpindah-pindah tempat untuk mencari makan, rumah tinggal panggung sementarapun didirikan di bantaran sungai untuk tinggal berbulan-bulan sampai mendapatkan hasil sumber daya alam yang cukup.

Petugas kesehatanpun harus menemui masyarakat dengan menuju tempat mereka mencari makan. Faktor keamanan, geografis dan cuaca menjadi penentu apakah pelayanan kesehatan dapat dilakukan atau tidak . Pemerintah juga memberikan kesehatan dengan cara puskesmas keliling.

Puskesmas keliling adalah sebuah pelayanan kesehatan jemput bola ke kampung-kampung di wilayah kerja sebuah puskesmas, melalui puskesmas masyarakat di pedalaman diberikan service special dengan mendatangkan beberapa petugas kesehatan.

Untuk memberikan pelayanan kesehatan beberapa hari berupa pengobatan umum, vaksinasi, pemantauan tumbuh kembang balita , pemberian makanan tambahan serta konsultasi dan edukasi.Mengubah pola pikir masyarakat pedalaman yang lebih cenderung mengobati penyakit secara tradisional menjadi tantangan.

Klinik Asiki Bukti Nyata Meningkatkan Kualitas Kesehatan Di Pedalaman

Pada tgl 2 September 2017 ada pihak swasta yang sangat peduli dengan kesehatan yang baik untuk sesama di pedalaman, berhasil menghadirkan klinik modern di salah satu daerah pedalaman Papua di wilayah perbatasan di Desa bukit Jair, kabupaten Boven Digoel, bernama klinik Asiki, pihak swasta itu adalah Korindo Group bersama Korea Internasional Coorporation Agency atau KOICA .

Sebelum diresmikan klinik Asiki, Korindo telah melakukan CSR selama 4 tahun bidang kesehatan, memberikan pelayanan kesehatan ke kampung-kampung daerah terpencil dan di perbatasan 1 bulan 2 kali. Dimana akses masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan sangat sulit akhirnya didekatkan kepada masyarakat

Penyakit ISPA, DBD, malaria, diare dapat dicegah dan memberikan bimbingan edukasi kepada masyarakat untuk mengubah perilaku hidup bersih dan sehat .

Klinik Asiki dipersembahkan secara gratis bagi warga Asiki Papua dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan yang baik untuk sesama. Fasilitas klinik Asiki cukup lengkap sama seperti klinik yanga ada di kota-kota besar seperti adanya ruang bersalin, UGD, pemeriksaan jantung dan ginjal, pemeriksaan darah, pemeriksaan urine .

klinik-Asiki-di-pedalaman-Papua

Klinik Asiki selain dapat membantu pelayanan kesehatan kepada masyarakat diharapkan memberikan edukasi dan penyuluhan tentang pentingnya menjaga kesehatan kepada masyarakat dikarenakan rendahnya tingkat pendidikan di daerah pedalaman ini.

Klinik Asiki sejak pertama diresmikan selalu mendapatkan penghargaan sebagai klinik terbaik se- Papua dan Papua Barat tahun 2017 dan 2018. Pada tahun 2019 mendapatkan penghargaan tingkat nasional sebagai FKTP dan (Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama) yang bekerjasama dengan BPJS kesehatan, dari 23.000 yang ada di Indonesia. Untuk kategori klinik ada 6.800 dan klinik Asiki yang terbaik kedua.

Korindo membangun taman Asiki yang menjadi tempat berkumpul dan rekreasi bersama, taman ini juga difasilitasi area bermain dan edukasi flora fauna bagi anak. kebersamaan yang terjalin antara perusahaan dengan masyarakat pedalaman adalah bukti bahwa harmonisasi memegang peranan penting dalam keberlanjutan pembangunan.

Apa itu Korindo

Korindo merupakan perusahaan perintis dalam hal pelestarian lingkungan, perusahaan yang telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perkembangan ekonomi negara, serta menjunjung tinggi praktik ramah lingkungan dan berorientasi masa depan yang telah beroperasi selama 50 tahun 1969.

Korindo telah mendirikan fasilitas kesehatan pertama di Asiki , melakukan pemeriksaan dan pengobatan secara gratis , sedang mendirikan rumah sakit umum yang menyediakan tingkat pelayanan kesehatan yang lebih tinggi kepada sekitar 20.000 orang atas kerjasama dengan Korea International Cooperation Agency.

Korindo telah mempekerjakan kurang lebih 10.000, pekerja di Asiki yang merupakan distrik bisnis utama di provinsi Papua dan telah membangun pusat pengembangan keahlian penduduk lokal, sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan.

Korindo membantu masyarakat setempat untuk menciptakan mata pencaharian mereka sendiri melalui kegiatan CSR, dan berusaha membangun lingkungan yang mandiri dengan memberikan bantuan, seperti usaha di perkebunan karet dan penyediaan pelatihan di sektor peternakan unggas.

Korindo juga mempunyai yayasan yang memiliki tanggung jawab untuk membangun komunitas yang berkelanjutan diberbagai bidang melalui program corporate social contribution (CSR/CSC) melalui 5 pilar pendidikan , kesehatan, ekonomi, lingkungan dan infrastruktur.

korindo

Pendidikan

Pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas kunci sukses dalam mempertahankan pembangunan secara keseluruhan, maka diberikan bantuan berupa beasiswa, penyediaan fasilitas belajar, bus sekolah dan seminar peningkatan kapasitas.

kesehatan

Masalah kesehatan menjadi salah satu perhatian utama Korindo group dan ditangani melalui program CSC/CSR dengan memberikan pelayanan kesehatan dan klinik gratis, yang didirikan di daerah terpencil. Pelayanan ini dimaksudkan untuk memfasilitasi dan mendorong gaya hidup serta pencegahan penyakit.

Korindo juga memberikan penyuluhan kesehatan melalui program dokter keliling (mobile services) dan menyediakan mobil ambulans serta pelayanan dan pemeriksaan kesehatan gratis seperti pemberian makanan tambahan (PMT ) , imunisasi dan pengobatan gratis, sehingga menciptakan kesehatan yang baik untuk sesama.

Untuk meningkatkan kualitas hidup, agar lebih sehat dan bersih, Korindo memberikan rumah layak huni bagi masyarakat pedalaman Papua. Terlebih disaat pandemic covid-19, guna mencegah penyebaran penyakit harus dapat menciptakan lingkungan yang harmoni dengan hidup sehat dan bersih.

klinik-Asiki

Ekonomi

Memberikan bantuan usaha produktif untuk meningkatkan kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat seperti usaha ikan, unggas, ternak sapi, perkebunan kelapa sawit, karet, sayuran hidroponik industri minuman khas daerah sehingga dapat meningkatkan pendapatan setiap keluarga , meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan.

Lingkungan

Sesuai dengan slogan Korindo “masa depan hijau”, dengan melakukan penanaman pohon, pembersihan lingkungan secara rutin, berkolaborasi dan melibatkan elemen masyarakat baik pemerintah daerah , anggota tni, polri, tokoh agama, tokoh adat untuk dapat berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan pelestarian alam.

Infrastruktur

Korindo membantu pembangunan seperti perbaikan jalan, penyediaan air bersih , fasilitas listrik, sekolah, klinik, rumah ibadah, pasar, pertokoan menunjukkan komitmen untuk membangun kehidupan yang harmonis dan sejahtera.

Meningkatkan kualitas kesehatan di daerah pedalaman

Untuk meningkatkan kesehatan yang baik untuk sesama maka pemerintah khususnya kementrian kesehatan harus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di daerah pedalaman antara lain :

  1. Pendayagunaan tenaga kesehatan berupa peningkatan ketersediaan , pemerataan dan kualitas SDM.
  2. Peningkatan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan di DPTK seperti rumah sakit bergerak, pelayanan dokter terbang, pelayanan perairan.
  3. Pembiayaan kesehatan seperti BPJS,KIS dan bantuan sosial.
  4. Peningkatan akses pelayanan berupa pengadaan perbekalan, obat, dan alat kesehatan
  5. Pemberdayaan masyarakat di DPTK melalui kegiatan posyandu, puskesmas,desa siaga, tanaman obat keluarga serta kegiatan perilaku hidup bersih dan sehat
  6. Meningkatkan kemampuan dan kemauan masyarakat untuk diri sendiri di bidang kesehatan
  7. Edukasi pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan,kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat pedalaman terhadap risiko dan bahaya yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan ( bencana, wabah, kegawadaruratan, kesehatan lingkungan )
  8. Memiliki sistem gawat darurat berbasis masyarakat.
  9. Kerjasana antar kementrian kesehatan dengan kementrian lainnya

Kesehatan oleh masyarakat masih dianggap penting setelah orang tersebut sakit, namun tentu akan lebih baik untuk dapat melakukan pencegahan dengan menjaga kesehatan daripada mengobati.

Walaupun terlihat adanya peningkatan pada anggaran kesehatan dialokasikan pada APBN 2020 dari 123,1 T menjadi 132,2 T, ini merupakan kepedulian pemerintah terhadap kesehatan, tetapi apakah sudah teralokasikan dengan baik dan tepat sasaran anggaran tersebut.

Maka dari itu kita semua pemerintah, masyarakat, tokoh dan pihak swasta harus lebih peduli terhadap kesehatan yang baik untuk sesama, terutama di daerah pedalaman yang memiliki akses yang sangat minim.

Pemerintah perlu terus mengevaluasi dan meningkatkan keberhasilan capaian , serta melakukan upaya terobosan pelayanan di DTPK sehingga peningkatan akses pelayanan kesehatan yang bermutu dan bertanggung jawab dapat segera terwujud.

Sumber : www.korindo.co.id

0 Shares

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copy link
Powered by Social Snap