mengubah cara mengatur keuangan pribadi pada saat pandemi

Mengubah Cara Mengatur Keuangan Pribadi Pada Saat Pandemi

0 Shares

Pada saat pandemi seperti sekarang ini cara hidup masyarakat berubah , perubahan tingkah laku masyarakat saat corona banyak sekali, seperti melakukan segala kegiata dari rumah, lebih memprioritaskan kebutuhan pokok daripada kebutuhan yang lainnya. Semua melakukan transaksi secara digital karena adanya menjaga jarak lalu empathic society. Karena cara hidup berubah maka berdampak pada cara mengatur keuangan juga berubah. Jika sejak dahulu sahabat memiliki pengelolaan keuangan teratur dan sehat, maka sahabat tidak perlu khawatir lagi menghadapi situasi pandemi seperti sekarang ini, apalagi yang sudah berkeluarga seperti yang dijelaskan oleh kak Shafira. Gimana sih cara mengubah cara mengatur keuangan pribadi pada saat pandemi? penasaran kan?

Untuk itu sahabat harus melihat catatan pos pengeluaran saat kondisi normal dengan kondisi gak normal seperti pos sebagai berikut:

  • Cicilan utang
  • Pengeluaran rutin untuk premi asuransi, keperluan rumah tangga, transportasi, anak pekerja rumah , kesehatan
  • Menabung/investasi
  • Sosial, zakat, sedekah, perpuluhan, acara adat, bantuanrutin keluarga
  • Pribadi/lifestyle

Cek kondisi keuangan sahabat apakah dana darurat yang dimiliki sudah aman? apakah dana untuk berbagai tujuan finansial masih bisa dialokasikan? tujuan jangka pendek apakah bisa dialokasikan?

Cek dana darurat seperti biasa , dana darurat adalah pengeluaran perbulan dikalikan bulan sesuai tanggungan yang ada , tidak perlu khawatir sahabat melihat angkanya yang penting mulai dahulu. Untuk dana darurat sendiri selalu direkomendasikan komposisinya seperti :

  1. Lajang : dianjurkan untuk memiliki dana darurat sebanyak 4 kali dari pengeluaran perbulan
  2. Pasangan menikah tanpa anak : dianjukan untuk memiliki dana darurat sebanyak 6 kali dari pengeluaran perbulan
  3. Keluarga dengan 1 anak : dianjurkan untuk memiliki dana darurat sebanyak 9 kali dari pengeluaran perbulan
  4. Keluarga dengan 2 anak/lebih , freelancer, wirausaha : dianjurkan untuk memiliki dana darurat sebanyak 12 kali dari pengeluaran perbulan

Lakukan menabung/investasi dengan tujuan finansial yang ingin dicapai, tetapi tetap harus melihat investasi dengan risiko yang dimiliki, sebab investasi terdapat risiko rendah dan investasi risiko tinggi dan itu dapat dilihat juga dari jangka waktu yang ingin dicapai. Investasi untuk jangka pendek, menengah atau panjang.

Baca juga : Investasi aman untuk pembangunan negeri

Untuk mengubah cara hidup maka sahabat wajib mengubah gaya hidup, dimana yang tadinya suka tidak terkontrol atas pengeluaran, maka mulai membatasi pengeluaran yang tidak perlu dan tidak sesuai kebutuhan.

personal finance is very personal there is no single solution for all problems

7 hal yang dapat mengubah cara mengatur keuangan pribadi pada saat pandemi

Saat mengalami keadaan seperti sekarang ini, orang-orang mungkin tak ada yang menyangka awal tahun 2020 disambut gembira, dengan harapan dan rencana yang sudah disusun secara rapi akan berjalan sesuai yang direncanakan, namun pada akhir bukan maret 2020, bencana itu datang bukan saja di Indonesia tetapi di seluruh dunia, corona membuat semua kembali ke rumah tanpa aktivitas yang diperbolehkan seperti biasa. Untuk itu cara hidup harus dirubah sehingga gaya hiduppun berubah. Dengan demikian sahabat harus mengubah cara mengatur keuangan pribadi pada saat pandemi seperti :

Menonaktifkan kartu anggota member gym

Jika sahabat selalu melakukan olahraga atau mencari kebugaran dengan mendatangi pusat olahraga seperti gym, maka untuk saat pandemi lebih baik tutup atau gunting kartu member gym sahabat, dan beritahukan kepada tempat sahabat latihan serta bank yang melakukan pendebitan pembayaran secara otomatis.

Tidak menggunakan kartu kredit

Walaupun sahabat masih mempunyai penghasilan untuk membayar kartu kredit, untuk saat pandemi yang serba tidak pasti ini, usahakan tidak menggunakan kartu kredit untuk melakukan transaksi apapun. Walau bagaimanapun kartu kredit itu merupakan hutang lebih baik hal ini dihindari daripada susah d kemudian hari.

Baca Juga : Perencanaan keuangan

Tidak membawa kartu debit

Biasanya kalau membawa kartu debit memang baik , tetapi jika dilakukan kadang suka tergoda untuk membeli sesuatu yang tidak diperlukan heheh, itu mah saya

Tidak membeli baju dan hijab

Untuk mengikuti fashion style tidak ada salahnya sih untuk membeli baju dan hijab keluaran terbaru agar tidak ketinggalan banget, tapi untuk masa pandemi ini walaupun sahabat bekerja dari rumah dan tidak boleh kemana-mana, tidak mustahil untuk belanja apalagi era digital. Jauhkan untuk melihat-lihat toko online sehingga tidak tergiur untuk membeli baju dan hijab terbaru.

Tidak membeli makanan / minuman yang kekinian

Sekarang ini banyak sekali yang dapat dibeli secara mudah melalui online, dengan berbagai promo yang ditawarkan seperti makanan/minuman yang kekinian. Jika memang tergiur untuk membelinya, lakukan saja asalkan jangan sering-sering.

Tidak jalan-jalan atau travelling ke luar kota

Bosan banget udah lebih 7 bulan tidak keluar kota, pasti hal tersebut sering terngiang dan terbersit di kepala sahabat. Memang keadaan pandemi membuat semua orang melakukan segalanya di dalam rumah, tidak melakukan perjalanan travelling ke luar kota membuat sahabat bosan, coba berpikir kembali dampak yang dilakukan jika melakukan hal tersebut. Protokol kesehatan memang dilakukan, tetapi tidak mungkin sahabat tidak memberikan penularan atau ditularkan oleh virus tersebut.

Jangan mengikuti hal yang lagi trend

Seperti diketahui dengan adanya pandemi, banyak sekali yang mengalihkan kegiatan untuk membunuh rasa bosan di rumah saja, dengan melakukan berbagai macam seperti mencoba berbagai resep di dapur, bersepeda, membeli pohon untuk berkebun. Boleh mengikuti hal yang lagi trend asal tidak menggerus isi kantong.

Baca juga : Memilih investasi untuk masa depan

Itulah yang sahabat dapat lakukan untuk mengubah cara mengatur keuangan pribadi pada saat pandemi. Semoga sahabat dapat melakukan pengaturan keuangan sebaik mungkin agar tidak menyesal nantinya. Semoga sahabat selalu sehat, bahagia dan diberikan rezeki yang melimpah oleh Allah SWT…. Aamiin

Semoga bermanfaat.

0 Shares

28 komentar untuk “Mengubah Cara Mengatur Keuangan Pribadi Pada Saat Pandemi”

  1. Wah bener kak saat pandemi gini harus kencangkan ikat pinggang ya..karena kita harus berhitung terhadap pengeluaran. Terima Kasih sudah berbagi

  2. kalau punya anak dua, 12 kali dari pengeluaran bulanaan..eh masyaallah..semoga Allah cukupkan ya ka inna..terima kasih sharingnyaa

    1. Aamiin Allahumma Aaminn, tenang aja kak pasti Allah selalu mencukupkan semua umatnya, sekarang
      bagaimana cara mensyukurinya saja, 12 kali dana darurat mulai dari yang receh aja dulu kan , kan berawal
      dari niat dan lakukan, jangan ditunda menabungnya.

  3. Pastinya disaat pandemi pengeluaran 2x lebih banyak,karena gak bisa keluar rumah. Jadinya sekali belanja kebutuhan sehari hari via online langsung borong untuk stok 1 mingguan lebih.
    Tapi sebenarnya meski begitu, harus lebih bijak dalam memenuhi kebutuhan supaya pengeluaran nggak membengkak ya kak. Lebih utamakan hal yang urgent dulu supaya tetap bisa berhemat dimasa sekarang ini.

  4. Beneran nih sudah 8 bulanan saya ga pake CC dan bermanfaat sekali. Cicilan banyak yg berkurang. pandemi membawa hikmah juga

    1. Wah bagus tuh kak, tapi alhamdulillah kalau bisa jangan gunakan CC lah bikin pening ada hikmahnya
      ya dibalik musibah yang datang

  5. Bacaan ipeh

    Komposisi dana daruratku masih minim banget nih, kak. Abis baca tulisan ini. Jadi auto mikir apalagi yang harus dibenahi biar keuangan sehat saat pandemi gini

  6. bener mba kita harus hati-hati ya sama gaya hidup, racun banget kalo ngikutin terus. yang ada mah kita gak bisa-bisa jadi boros. makasih sharingnya.

  7. Aku jadi malu, masih suka beli dan makan diluar lho, sehingga lebih besar pasak daripada tiang, baca ini jadi harus belajar untuk mengelola keuangan dengan baik

    1. Iya kak Citra , awalnya aku juga gitu tapi lama-lama kok uang cepet menguap ya, perasaan baru dapat honor
      udah habis lagi, makanya belajar mengeremnya dengan masak di rumah aja, kurangi jajan online.

  8. Pantes toko hijab dan fashion menjerit kak, sepi luar biasa sampai pada gulung tikar. Nah tapi pakaian harian kaya daster dan underwear gitu masih rame sih. Pokoknya bulan – bulan bertahan buat para pedagang nih.

    1. Terkena dampaknya ya kak, soalnya sekarang masyarakat lebih memilih menjaga imun dan kesehatan, dengan
      makanan kak bukan dengan baju dan hijab. Semoga segera pulih ya kak perekonomian, corona segera pergi.

  9. Harus ekstra ketat mengatur keuangan. Banyakin syukur saja … Semoga Rizkinya terus bertambah dan dicukupkan kebutuhannya

    1. Benar sekali kak, banyakin syukur tetapi tetap saja ikhtiar nabung dikit sedikit gpp kok, yang penting
      mulai aja dulu menabungnya

  10. wah honorer seperti saya agak suah mengatur keuangannya. hahaha. tiga bulan belum gajian. Tapi Allah maha adil, ada aja jalan nya untuk dapat rejeki, salah satunya dari ngeblog.

  11. Wah artinya kudu punya pemasukan gede ya ini. Khususnya buat yang sudah punya anak 2 kayak.kami.semoga dimudahkam kita semua.

    1. Aamiin , tenang aja kak semua sudah ada yang atur, yang penting ikstiar aja untuk menabungnya kak,
      mulai dulu aja dari hal kecil dari recehan.

  12. Hadi K.

    Bener kak, kalau ngikutin tren mah gak bakal ada abisnya. Baru terpenuhi yang satu, udah ada tren baru lagi, jadi gak selesai selesai

  13. Di masa pandemi seharusnya memang tidak terlalu mengikuti trend dan traveling so tabungan juga sudah mulai menipis

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copy link
Powered by Social Snap