Gunung Papandayan yang Memikat Hati

0 Shares

Assalamualaikum sahabat, gimana kabarnya hari ini ? semoga selalu sehat dan bahagia. Nah kali ini saya mau menceritakan mengenai Gunung Papandayan yang memikat hati.

Sahabat pasti punya kawan yang sukanya naik gunung disebut pendaki, pernah dong diajak untuk pergi naik gunung? begitupun saya atau memang suka mendaki? Saya tidak begitu suka kalau ke gunung tidak ada toilet , harus menginap diatas gunung.Saya berkawan dengan pendaki cantik dan ganteng wkwkw GR kalau disebutkan satu-satu namanya. Ketika diajak untuk naik gunung saya menanyakan segala macam yang berbau keribetan seorang cewe yang belum pernah sama sekali naik gunung dan ngecamp alias tidur di tenda. Dikatakan kalau di Gunung Papandayan jangan takut akan air karena diatas itu ada toiletnya beda dengan gunung lain, setelah melakukan searching ke mbah google seperti apa gunung Papandayan dan akhirnya saya putuskan untuk pergi berlibur ke Gunung Papandayan.

Perlengkapan yang Harus Dibawa Saat Melakukan Pendakian ke Gunung Papandayan.

  1. Tas gunung/ ransel
  2. Sleeping Bag ( agar tidak kedinginan pada malam hari )
  3. Jaket yang berfungsi  menghangatkan badan dan menolak angin
  4. Sarung tangan
  5. Topi untuk melindungi bagian kepala dari hawa dingin dan teriknya matahari
  6. Sepatu/sandal  yang di desain untuk kegiatan mendaki gunung
  7. Baju ganti secukupnya sesuai masa pendakian
  8. Makanan minuman yang mengandung karbohidrat,lemak, glukosa
  9. Obat-obatan pribadi maupun P3K praktis
  10. Jas hujan ( untuk berjaga-jaga ) karena faktor cuaca tidak pernah ada yang tahu.
  11. Trekking pole sebagai pembagi beban agar tidak semua bertumpu ke kaki.
  12. Batere cadangan
  13. Tissue kering dan Tissue basah
  14. Uang Cash (di gunung ga ada pakai dana,gopay,ovo ya wkwkw)
  15. Identitas diri (KTP,SIM,Kartu Pelajar,kartu mahasiswa, paspor)
  16. Matras
  17. Alat Penerangan/senter /headleamp
  18. Kantong plastik untuk sampah,pakaian kotor dan keperluan lain

Sepulang rutinitas kerja , pada hari Jum’at malam aku bersiap untuk berlibur yang tidak biasa dengan pergi ke gunung papandayan. Saya berkumpul di titik mepo Kampung Rambutan , karena disana saya akan naik bis menuju terminal Guntur untuk ke Gunung Papandayan yang ada di Garut . Gunung  papandayan adalah gunung api yang terletak di kabupaten garut kec.cisurupan dengan ketinggian 2665 MDPL sekitar 70 km sebelah tenggara kota Bandung. Setelah sampai di terminal Guntur,  kukira sudah sampai di lokasi ternyata harus naik angkot lagi, kali ini sewa mobil bak terbuka yang buat seperti angkutan sayur … Ya Allah begini sekali saya bilang sama salah satu kawan maklum tidak pernah naik mobil bak terbuka duduk selonjoran, dinikmati saja prosesnya dalam hati saya (kalau ngedumel nanti malah disuruh turun ditengah jalan) sama kawan-kawanku heheh.

Setelah sampai Camp david, dimana tempat pendaftaran/registrasi yang akan naik ke gunung papandayan. Saya dan kawan-kawan membereskan kembali barang yang di dalam tas supaya yang packingnya tidak benar dibereskan dan tidak terlalu berat dibebannya yang membawa logistik, serta alat yang agak berat diberikan kepada laki-laki. Sarapan terlebih dahulu serta istirahat sekitar 15 menit sebelum melakukan trekking ke Gunung Papandayan.

Biaya Ke Gunung Papandayan Garut :

  1. Bis PP Jakarta-terminal Guntur Rp. 120.000
  2. Sewa Angkot terminal Guntur – Cisurupan paling minimal 12 orang, masing-masing Rp. 40.000
  3. Tiket Camp Rp. 65.000 per orang
  4. Bagi yang kurang bawa perlengkapan tenda atau memang tidak bawa ada penyewaan  tenda,matras,bearing dll.

Saya melakukan trekking dalam cuaca panas sekali, untung bawa topi sehingga dapat menghalau cahaya sinar matahari, dan beberapa camilan kecil seperti inaco, permen buat camilan selama perjalanan hahahah mau mendaki, apa mau ngemil yahh. Selama perjalanan walaupun panas menerjang tetap ingin mendokumentasikan pemandangan sekitar selama trekking. Dengan perlahan sampai juga ke post 1 saya melakukan istirahat sebentar minum dan camil inaco haha, lalu melanjutkan kembali perjalanan. Oh iya di saat beristirahat saya melihat ada babi hutan loh, kata kawan jangan takut karena saya sempat menjerit melihat babi hutan,ketika istirahat sebentar dekat pohon si babi mendekat sehingga saya terkejut. Jauh juga trekkingnya tapi karena dilakukan di siang hari tidak merasa takut kecuali, kalau malam hari amsyong udah capek deg-degan bercampur aduk deh. Akhirnya Sampai juga saya dan kawan-kawan ke pondok saladah tempat akan didirikannya tenda untuk tidur dan istirahat. Setelah mendirikan 3 tenda, saya dan kawan-kawan khusus yang cewek memasak karena perut  sudah lapar selama perjalanan.

Waktu Perjalanan ke Gunung Papandayan :

  1. Saya Berkumpul  di kampung Rambutan naik bis yang menuju garut berangkat jam 22.00, tiba di terminal Guntur Jam 04.00
  2. Dari terminal Guntur ke Camp David jam 05.30 sampai jam 07.30
  3. Camp David menuju ke  pos selanjutnya sekitar 15-20 menit. Senang sekali sampai di pondok saladah (tempat mendirikan tenda), ternyata di pondok saladah terdapat  7 kamar mandi dengan air yang berlimpah ruah dingin seger sekali, berarti kawan saya tidak bohong . Setelah makanan matang karena ada koki mahir yang biasa masak di gunung, kalau saya hanya tinggal makan saja sama bantuin berdoa supaya cepet matangnya biar bisa dimakan dan perutnya tidak kelaparan.  Setelah itu saya dan kawan-kawan melakukan perjalanan kembali ke taman edelweiss dengan trekking , lumayan trekkingnnya bagi pemula seperti saya ini, dimana dalam setiap trekking saya selalu menanyakan udah sampai belum , kalau kata seorang kawan nanti kalau sudah melihat cahaya maka sudah sampai. Setelah sampai wow pemandangan edelweiss yang sangat banyak terhampar luas,waduh ingin sekali berlama-lama berswafoto dengan edelweiss yang cantik ini tapi tidak diperbolehkan karena kami harus turun sebelum gelap. Oh ya jangan memetik edelweiss ya kawan karena bunga edelweiss atau bunga abadi ini dilindungi UU sehingga kalau kalian memetiknya dan membawa turun itu bukan pendaki  sejati  namanya.
Disini berjumpa dengan babi (dokpri)

Setelah turun dari melihat hamparan bunga edelweis, saya dan kawan bersih – bersih alias mandi sepuasnya wkwkw ihhh segar sekali deh setelah mandi dan shalat, kami melakukan makan malam biasa juru koki sudah melakukan kegiatan masak memasaknya, saya hanya melihat dan menunggu matang untuk saya santap hahaha.Oh iya diatas gunung makan semangka dikasih susu,inaco enak loh tanpa harus pakai es yummy dehh, harus abwa semangka 1 utuh ya untuk dibawa ke atas .

Gunung Papandayan yang memikat hati
Taman Edelweis Tegal Alun (dokpri)

Malam tiba kami bersenda gurau bercerita bernyanyi dan menikmati indahnya alam gunung papandayan, sayangnya tidak ada kawan yang membawa kamera tele ataupun dslr hanya hp aja gaes. Huhuhu jadi ketika saya melihat bintang tidak ada yang bisa mengambil foto karena terbatasnya alat foto, padahal bisa dapat milkyway yang cantik kalau perlengkapan fotonya ada.

Oh iya sekitar jam 2 pagi angin di gunung papandayan yang memikat hati amat kencang tenda aja sampe mau copot kedengeran suara anginnya  yang menghempas tenda kami, tapi tidak roboh, terus sempet dengar suara kawan di luar, tadinya mau keluar hanya teman saya melarang  untuk tunggu sampai pagi. Saat Pagi menjelang, saya membangunkan kawan saya yang tidur 1 tenda karena saya tidur bertiga.

Setelah bangun bersih-bersih (gosok gigi dan cuci muka ) serta shalat kami mengejar sunrise, karena memang moment sunrise ini yang memang saya ingin lihat dari atas gunung papandayan.  Dengan melewati hutan mati masih gelap dan diterangi headlamp karena tidak mau ketinggalan moment,  dalam perjalanan melihat sunrise ada seorang kawan yang terjatuh, dia membawa inaco berantakan byarrr , untungnya tidak kenapa-kenapa hanya lecet dan keseleo sedikit. Subhanallah saya menyaksikan pertama kalinya moment matahari terbit dari awal sampai terang benderang. Ya Allah nikmat mana lagi yang harus kudustakan terima kasih sudah diberi kesempatan melihat kuasamu ya Allah. Seneng sekali sahabat melihat pemunculan matahari (sunrise)

Hutan mati pagi hari (dokpri)
Gunung Papandayan yang memikat hati
Moment sunrise ,(dokpri)

Gunung Papandayan yang memikat hati ini membuat kami melakukan foto moment sunrise , foto ala-ala di hutan mati , narsis abis deh kapan lagi datang ke sini, insya Allah kalau diberi umur tapi kalau pas datang pertama dapat moment bagus tidak bole disia-siakan dong.  Oh iya ini merupakan pengalaman pertama saya berlibur dengan naik gunung papandayan, terima kasih kawan-kawan pendaki yang sudah memberikan pengalaman perjalanan dan cerita tersendiri dalam perjalanan saya kali ini.

Video saat pendakian (dokpri)

Gunung Papandayan ini cocok untuk pemula, dimana baru pertama kali naik gunung. Berani mencoba naik gunung ? Harus dong, untuk lestarikan alam Indonesia jangan tinggalkan sampah di atas gunung , tolong jaga alam Indonesia yang indah ini, jangan dirusak dengan hal-hal yang  merusak. Salam lestari sampai ketemu di cerita perjalanan saya selanjutnya ya sahabat.  semoga bermanfaat.

Gunung Papandayan yang memikat hati
Kawan pendaki (dokpri)
0 Shares

52 komentar untuk “Gunung Papandayan yang Memikat Hati”

  1. Seru ya kak Ina..
    Aku gak pernah liburan mendaki gunung, tapi waktu masih kecil pernah liburan sama bapak ke hutan. Tidur di hutan sekeluarga beneran jadi momen yang gak terlupakan hingga sekarang kak

  2. Seru melihat foto2nya kak… dan mungkin karena saya ga berjodoh dengan pecinta alam seperti kakak.. dulu hanya sekali2nya naik gunung (ceritanya) kirain udah jauh naik keatas gunujg sekitaran bogor… ada tanah lapang.. bangun tenda disana malam2… pas pagi2 bangun… 100 meter dari lokasi kami perkampungan.. ambyar sudah rencana… bahkan makan pun beli di warung penduduk.(manja banget yak)..

  3. Saya selalu merasa amazing dengan para pendaki wanita, keren banget! Saya bukan pendaki, naik-naik ke bukit yang lebih tinggi aja udah ngos-ngosan, bos.. Artikelnya lengkap banget mba~ semoga ada cerita-cerita lain tentang pendakian…

  4. Gunung Papandayan memang biasanya banyak dipake untuk camping keluarga juga mba, jadi soal fasilitas sih aman. Waktu terakhir saya kesana sayangnya sudah sore jadi gak sempet nyobain Trekking. Next mau kesana lagi, enak udaranya juga sejuk.

  5. Mutia Ramadhani

    Aduh jadi kangen treking lagi. Terakhir naik gunung itu 2010. Sebelum itu udah sering. Tapi, setelah menikah udah gak pernah lagiii karena suami istri beda selera. Suami sukanya pantai, istri sukanya gunung. Selalu menyenangkan ke Papandayan. Baca cerita Mba Inna jadi bernostalgia. Hehehe

  6. Keren pengalaman pendakiannya, mendakinya siang hari ya, jadi kerasa panasnya.
    Saya dulu jaman masih jadi mahasiswa, kalau habis UAS refreshing dengan mendaki gunung. Biasanya mendakinya malam, sampai puncak menjelang pagi

  7. Seneng banget iiiih. Aku terakhir kemah zaman SMA dong. Itupun bukan naik gunung yang sulit pakai mendaki. Cuma di tempat perkemahan di sekitar Puncak, Cianjur.
    Btw…memang bener ada suara teman di luar tenda di malam itu, atau suara entah siapa…

    1. Ayo kak mendaki lagi yang pendek2 aja seperti gunung papandayan ini,beneran kak seperti suara kawan dan ternyata kawan mah tidur pulas untunh ga keluar tenda, begitulah kalau di gunung banyak kejadian2 huhuhu.

  8. Wah aku mainnya kurang jauh, baru tau kalo ada gunung namanya papandayan, bagus lagi pemandangan alam nya. Apalagi yang hutan mati itu sangat unik sekali.

  9. Jangan tinggalkan apapun selain jejak, itulah salah satu petuah yang kuingat waktu naik gunung. Emang sih, salah satu yang mesti kita perhatiin kalau pergi ke wisata alam itu ya gimana melestarikannya. Sekarang nih banyak orang yang asal dapet foto bagus tanpa memperhatikan gimana keadaan lingkungan, padahal kan hal ini bisa bikin tempat tersebut jadi rusak kalau kita asal dan tidak peduli.

  10. naik gunung itu yang nyenengin ini: pemandangan, pendaki yang saling care, melawan batas diri (capek, dll), dan makin sadar kalau kita ini memang manusia yang kecil

  11. Semisal ada beberapa perlengkapan yang lupa dibawa, contohnya seperti identitas diri, apakah bisa tetap lanjut dan diizinkan untuk pendakian?

  12. nikmat Allah yang mana kau dustai jika melihat keindahan dan penciptaanya ini. Sepeti gunung papadayan.. dan juga viewnya sangat keren banget butuh wakut untuk menaiki 2665 MDPL ke sana,, jadi pengen kesana saya

  13. Fadli Hafizulhaq

    Ramai juga ya di atas gunungnya, atau Mbak Inna mendakinya pas liburan di mana orang banyak mendaki ya. Saya pribadi belum pernah naik gunung

    1. Setiap weekend di gunung pasti ramai kak, mau liburan dan tidak liburan
      karena di gunung banyak yang patah hati hahahah. Kak Fadi harus coba sekali aja
      seumur hidup deh naik gunung, tidak usah yang tinggi2 seperti Papandayan ini,
      buat yang pemula bisa kok, ajak keluarga kemah masak diatas gunung,recomended kak.
      coba yah plissss, wkwkwk

  14. Seru pendakiannya. Pemandangan yang bikin kita semakin mensyukuri semua karunia yang Alloh berikan. Semoga kita bisa menjaga alam ini sebaik mungkin.

    1. makasih kak, dengan melihat pemandangan ciptaan Allah itu karunia
      yang sangat patut disyukuri dan memang harus kita jaga. Kalau bukan kesadaran
      kita menjaga alam ini siapa lagi, jangan sampai alam murka.

  15. Seru banget ya bisa camping di gunung. Bisa menikmati hawa dingin gunung malam hari. Apalagi bareng banyak temen dan tidur di tenda. Pasti sensasinya beda dan pengalaman unik tersendiri

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copy link
Powered by Social Snap