Memajukan Usaha Kecil di Indonesia bersama Pembiayaan UMi

0 Shares

Dulu, sekitar 3 tahun yang lalu, para pelaku usaha kecil untuk memperoleh modal usaha dikenal dengan program pembiayaan untuk kategori UMKM  yaitu Kredit Usaha Rakyat (KUR),  dengan menggunakan agunan dan modal usaha diperuntukkan nominalnya  diatas 10 juta serta harus melalui perbankan.

Padahal masih terdapat kelompok usaha yang masih kesulitan untuk mendapatkan akses pembiayaan untuk permodalan usaha, dikarenakan permasalahan agunan dan plafon pembiayaan. Mereka adalah kategori usaha ultra mikro yang merupakan lapisan terbawah dari kategori Usaha Mikro yang diatur dalam UU No. 20 tahun 2008 tentang usaha Mikro,kecil dan menengah. Usaha yang dikategorikan sebagai ultra mikro ini tidak mendapatkan pengaturan secara spesifik dalam ketentuan perundang-undangan di Indonesia. Pelaku usaha ultra mikro memiliki ciri khas tersendiri karena lebih sering berinteraksi dengan lembaga-lembaga non perbankan bahkan lembaga keuangan non formal atau rentenir , dikarenakan kemudahan dan dan kecepatan penyediaan permodalan yang dibutuhkan oleh pelaku usaha ultra mikro menjadi solusi singkat yang memberatkan, karena dibalik itu semua terdapat beban suku bunga yang sangat tinggi.

Sekarang pelaku usaha ultra mikro tidak perlu khawatir untuk mendapatkan modal usaha dengan plafon yang rendah melalui pembiayaan dengan nilai dibawah 10 juta dan tidak disalurkan melalui perbankan melainkan melalui Lembaga Keuangan Bukan bank (LKBB)  yaitu Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) yang diluncurkan pada pertengahan tahun 2017. Berbeda dengan KUR, karena sumber dana yang digunakan adalah Dana Bergulir maka penyalur pembiayaan UMi tidak perlu menggunakan dana sendiri untuk dapat menyalurkan pembiayaan UMi. PIP sebagai satuan kerja pemerintah memiliki fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan Negara dengan status sebagai Badan Layanan Umum.

Pembiayaan UMi disalurkan melalui 3 penyalur yaitu :

  1. PT.  Pegadaian  yang programnya dinamai Kreasi UMi
  2. PT. Permodalan Nasional Madani yang programnya dinamai Mekaar
  3. PT. Bahana Artha  Ventura  yang programnya dinamai Koperasi

Salah Satu Syarat utama dalam skema kelompok yang diterapkan oleh penyalur adalah kewajiban debitur harus berjenis kelamin perempuan. Hal ini senada dengan nama program ini yaitu pembiayaan UMi yang ditujukan untuk para ibu-ibu yang ingin membantu perekonominan keluarganya dengan menjalankan usaha.

Pelaku Usaha Kecil Pancake dan Sop Durian Pembiayaan UMi dari Penyalur PT Pegadaian
Dokumen : Pribadi

Syarat yang harus dipenuhi untuk mengajukan pembiayaan UMi yaitu:

  1. Warga Negara Indonesia (WNI) dibuktikan dengan nomor induk kependudukan elektronik bagi yang belum mempunyai E KTP
  2. Jenis Kelamin Perempuan
  3. Memiliki izin usaha atau keterangan usaha dari instansi pemerintah dan atau surat keterangan usaha
Para debitur Pembiayaan UMi dengan Usaha Dodol melalui penyalur PT Bahana Artha Ventura ( Koperasi AKR )
Sumber Foto : koleksi pribadi

Peran Pembiayaan UMi

Jumlah UMKM di Indonesia diperkirakan lebih dari 63 Juta pelaku usaha, berdasarkan data tahun 2018. Penerima KUR sebanyak 19 juta pelaku UMKM, masih ada sekitar 44 Juta pelaku usaha atau hampir 70% dari total pelaku UMKMyang masih kesulitan atau belum dapat mengakses pembiayaan untuk modal Usaha dan ini merupakan potensi pelaku usaha yang membutuhkan pembiayaan melalui pembiayaan UMi. Pendanaan  bagi pelaku UMKM di Indonesia ini penting karena merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mengentaskan permasalahan  kemiskinan yang ada dengan memanfaatkan potensi masyarakat agar mampu secara berdikari membebaskan dirinya sendiri dari jeratan kemiskinan dengan usaha produktif.

Pentingnya pembiayaan UMi

Dengan adanya masyarakat yang berusaha. Maka diharapkan juga agar dapat menurunkan tingkat kesenjangan social dengan mempersempit celah antara si kaya dan si miskin. Tingginya tingkat kesenjangan ekonomi akan dapat berpotensi meningkatkan angka criminal dan konflik-konflik sosial di masyarakat.

Solusi yang dtawarkan oleh pembiayaan UMi

Modal Usaha merupakan salah satu poin yang terpikirkan saat ingin membuka bisnis . Para pelaku Usaha Kecil  sebagai solusi mendapatkan modal, maka rakyat kecil tidak ingin dipersulit  sehingga para pelaku usaha kecil  akan memilih untuk pinjam kepada rentenir. Salah satu contohnya adalah Ibu Masitoh warga caringin legok tangerang. Ibu masitoh memiliki usaha yang sudah turun temurun dilakukan untuk menopang kehidupan yaitu berjualan Dodol.

Di daerah tempat Ibu Masitoh tinggal memang hampir seluruhnya berjualan Dodol, namun jualan dodol dilakukan pada saat musiman seperti hari raya lebaran tiba saja,  tidak dilakukan setiap hari. Sering kali setiap hari raya lebaran tiba, banyak para rentenir yang mempunyai uang lebih meminta para penjual dodol untuk menerima pinjaman uang. Para pelaku usaha dodolpun sering sekali banyak terlibat hutang, termasuk Ibu Masitoh yang pernah mempunyai hutang dan tidak ada uang untuk membayar sekitar 60 kali di telepon ujar Ibu Masitoh.  Padahal Ibu Masitoh ingin sekali memproduksi  Dodol  setiap hari, tidak hanya pada saat hari Raya Lebaran saja. Keinginan lain dari Ibu Masitoh adalah mempunyai  mesin penggiling beras sendiri, dan  mesin  pemarut  kelapa sendiri .

Suatu ketika Ibu masitoh bertemu dengan salah satu penyalur yang ditunjukkan yaitu PT Bahana Artha Ventura yang programnya dinamai Koperasi yang bernama Koperasi Abdi Kerta Raharja (AKR) . Dari sinilah Ibu Masitoh memulai produk Dodol  dengan melalui pembiayaan UMi  yang sebelum diberikan fasilitas pembiayaan UMi dan dicairkannya dana modal dari pembiayaan UMi ke rekening Ibu Masitoh, para pelaku usaha Ultra Mikro dilakukanpelatihan dan pendampingan  selama 7 hari. Setelah itu maka pembiayaan dari UMi pun dicairkan pada tanggal 20 Mei 2015 untuk pertama kalinya Ibu Masitoh menerima pembiayaan UMi sebesar Rp. 2.000.000,- yang cicilannya dilakukan setiap minggu.  Dalam pembiayaan UMi  para pelaku usaha atau debitur seperti  Ibu masitoh ini, selalu ada absensi kehadiran dan pendampingan pada hari rabu setiap minggunya , sekaligus membayar uang cicilan perminggu.

Pembiayaan UMi memiliki bunga yang kecil dan dicicilnya mingguan setiap hari kamis,tidak menggunakan agunan, jangka waktu sekitar 48-52 minggu . Ibu Masitoh sudah melakukan pengajuan pembiayaan UMi sudah sebanyak 5 Kali ,dengan mengikuti  pembiayaan UMi para pelaku pasar seperti Ibu Masitoh dapat memperkenalkan produk yang dijualnya melalui acara yang dilakukan oleh pemerintah salah satunya tanggal 30 Agustus 2019 acara “ Pasar Rakyat” yang diadakan di Lapangan Banteng . Sekarang  Ibu Masitoh berhasil untuk mewujudkan keinginannya menggunakan mesin penggiling beras dan mesin parut kelapa sendiri.Disamping itu Ibu Masitoh akhirnya dapat mewujudkan keinginan untuk memproduksi  Dodol setiap hari, sehingga lebih produktif  tidak hanya terbatas untuk hari Raya Lebaran Idul Fitri saja.

Ibu Masitoh pelaku usaha dodol yang berhasil keluar dari jeratan rentenir berkat pembiayaan UMi Ibu Masitoh berhasil mempunyai mesin penggiling beras dan kelapa sendiri
Sumber Dokumen pribadi

Penutup

Pembiayaan Ultra Mikro (UMi )merupakan program tahap lanjutan dari pogram bantuan social menjadi kemandirian usaha yang menyasar usaha mikro yang berada di lapisan terbawah yang belum difasilitasi perbankan melalui program kredit usaha rakyat (KUR). Pemerintah menyediakan pinjaman modal usaha ini sebagai upaya membantu pelaku usaha kecil atau mikro yang berniat berbisnis. Pinjaman yang bisa dicairkan Pdari UMi besarnya maksimal Rp. 10 Juta bunganya sekitar 0,95% per bulan. Dan tenornya bisa mencapai 48 bulan atau 52 minggu. Umi disalurkan melalui lembaga keuangan bukan bank (LKBB) ,UMi tidak meminta syarat jaminan  atau agunan .UMi mewajibkan adanya pendampingan dan pelatihan . UMi dapat kucuran dana dari Pusat Invetasi Pemerintah (PIP)yang diberikan ke LKBB dengan bunga 2-4 persen UMi menggunakan mekanisme LKBB.

Dengan bantuan modal ini maka masyarakat kecil akan dapat berwirausaha. Wirausaha adalah kunci pengurangan kemiskinan di Indonesia, agar lebih berhasil  UKM naik kelas harus ada pendampingan dan pembinaan yang diberikan. Untuk pembiayaan UMi sendiri pemerintah harus jemput bola artinya pegawai pembiayaan pemerintah proaktif turun ke lapangan. Jangan menunggu mereka mengajukan pinjaman,namun harus berinisiatif memberikan penawaran pinjaman kepada mereka , Jangan sampai kalah saing dengan rentenir.

Salah satu syarat utama dalam skema kelompok yang diterapkan oleh penyalur adalah kewajiban debitur harus berjenis kelamin perempuan. Hal ini senada dengan nama program ini yaitu pembiayaaan UMi yang ditujukan untuk para ibu-ibu yang ingin membantu perekonimian keluarganya dengan menjalankan usaha. Usia kerja 20-49 tahun yang menandakan bahwa penerima pembiayaan UMi merupakan kelompok masyarakat yang berada dalam usia produktif. Pembiayaan UMi menggunakan skema dana bergulir dimana pemerintah mengalokasikan dana dalam APBN untuk kemudian digulirkan kepada masyarakat. Pembiayaan UMi menemukan sebuah pendekatan yang bersifat non perbankan.

Bagaimana? Mudah, kan ? berminat mengajukan?

Jadi, kalau pengajuan pinjaman buat buka usaha ditolak bank, pilih aja pembiayaan UMi. Syaratnya mudah dan bunganya juga terjangkau.

Maka dari itu, tunggu apa lagi? Bulatkan niat dan tekadmu dan segera wujudkan keinginan untuk melebarkan usaha dengan pembiayaan UMi . Seperti Ibu Masitoh.

Acara Pesta Rakyat bersama Nasabah Pelaku usaha Kecil Pembiayaan UMi
dilaksanakan di Lapangan Banteng Jakarta
Sumber : Dokumen Pribadi

0 Shares

24 komentar untuk “Memajukan Usaha Kecil di Indonesia bersama Pembiayaan UMi”

    1. Aamin , ya kan memang program dari pemerintah pembiayaan UMi ini mempunyai tujuan membantu masyarakat yang bawah
      agar dapat menjalankan usaha kecil nya

    1. iya kak jadi ibu-ibu yang berpotensi usaha tidak bergantung sama rentenir
      Karena program modal usaha ini menjangkau yang tidak terjangkau kak
      setiap minggu ada pertemuan dan penyetoran angsuran kak membantu sekali buat para ibu-ibu usaha

    1. kalau belum punya surat izin usaha bole mengajukan nanti kan ada pendampingan
      dari pihak penyalur seminggu sekali akan ada pertemuan yang penting ada usahanya

    1. Supaya laris sie ya memperkenalkan produk dengan baik disamping itu kita harus memberikan jalan alternatif kepada
      para usaha kecil yang tidak terjangkau atau tidak mau untuk menambah modal dengan melalui lembaga keuangan , malah ke rentenir
      yang bunganya mencekik leher nah alternatifnya melalui pembiayan UMi

    1. iya kalau pelaku usaha yang paling berpotensi ya pelaku usaha yang kecil atau paling bawah yang tidak ingin berurusan
      dengan lembaga keuangan malah lebih ke rentenir makanya pemerintah memfasilitasi UMi kalau pelaku usaha besar tidak.

  1. Aih senengnya ada UMI ini, jadi bisa membantu masyarakat yang butuh modal usaha tapi tidak memenuhi syarat untuk mengajuka KUR ataupun tidak mempunyai jaminan untuk mengajukan KUR melalui perbankan. Di daerah tempat tinggalku UMI entah enggak ada atau belum ada. Yang aku tahu adanya PNM Mekaar mba. Tapi sama aja kan ya. Ada pelatihan dan pendampingannya 🙂

    1. Yes benar mekar itu salah satu penyalur yang di tunjuk oleh pusat investasi pemerintah kak.
      ada 3 penyalur PNM,Pegadaian dan Bahana Artha Ventura

  2. Rini Novitasari

    syaratya nggak terlalu susah harusnya sih sangat menudahkan yanng menghendaki dapat bantuan dari pembiayaan ya mbak

    1. iya kak syaratnya gampang sekali dan tidak perlu agunan juga hanya punya usaha
      karena akan ada pendampingan juga. Mencegah juga untuk meminjam ke rentenir

    1. iya kak yang penting ada usahanya apa kalau mau mengembangkan usaha
      dan tidak ada modal bisa melalui pembiayan UMi temui aja 3 penyalur di kota kaka
      yaitu pegadaian,PNM, BAV

    1. bisa kak coba deh mengajukan pembiayaan UMi melali 3 penyalur di tempat
      kaka bisa melalui Pegadaian ,PNM atau BAV modal usaha mulai dari 2-10 juta
      kak yang penting punya usaha kak karena dilakukan pendampingan terus oleh penyalurnya
      dari pada pinjam sama rentenir kak

  3. Akhirnya saya tahu tentang UMi dan Mekaar ini. Bagus, programnya, karena bisa mengangkat derajat para perempuan agar bisa mempunyai usaha di rumah. Meski hanya 2 juta di awal, tapi pendampingan setiap hari Rabu ini yang penting, karena itu artinya mereka didampingi dan diedukasi.

    1. iya bener sekali kak dan juga mencegah perempuan untuk berhutang kepada rentenir
      apabila ingin usaha tidak ada modal kak

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copy link
Powered by Social Snap